Menjalankan Turbo Pascal di Segala Sistem Operasi Dengan Dosbox

Hallo semuanya? Apa kabar? Kabar baik kan? Sudah begitu lama saya tidak mengupdate blog tercinta ini. Berbagai kegiatan dan aktivitas di sekolah membuat saya harus menunda hasrat untuk terjun ke dunia blog lagi. Akhirnya kini tiba saatnya ketika otak saya dipenuhi ide untuk sebuah artikel baru, dan hati yang dipenuhi semangat untuk menulis. Yah, kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang bagaiman menjalankan program Turbo Pascal di berbagai sistem operasi, baik itu Windows 7 64 bit, Windows 8, Windows 8.1, atau bahkan sistem operasi berbasis Linux. 😎 Sebelumnya, apa sih yang dinamakan dengan Turbo Pascal itu? Bagi anda yang belum tahu Turbo Pascal merupakan sebuah sistem pengembangan perangkat lunak yang terdiri atas kompiler dan lingkungan pengembangan terintegrasi (dalam bahasa inggris: Integrated Development Environment – IDE) atas bahasa pemrograman pascal untuk sistem operasi CP/M, CP/M-86, dan MS-DOS, yang dikembangkan oleh Borland pada masa kepemimpinan Philippe Kahn. 😎 Nah, sedikit cerita beberapa waktu yang lalu saya  dan teman-teman mendapatkan tugas dari guru saya di sekolah untuk mmenginstall program Turbo Pascal di laptop masing-masing karena materi kami pada saat itu memanglah pemrograman Pascal, dan ternyata setelah saya install di laptop saya yang saat itu saya menggunakan sistem operasi Windows 8 64bit (triple boot dengan manjaro linux dan ubuntu), aplikasi tersebut tidak compatible dengan sistem operasi yang saya gunakan sehingga tidak bisa jalan. Tidak hanya Windows 8 64bit, teman-teman saya yang menggunakan sistem operasi Windows 7 64bit dan Windows 8 32bit tidak bisa menjalankan program Turbo Pascal tersebut . Hanya mereka yang menggunakan sistem operasi Windows 7 32 bit yang berhasil menginstallnya. 🙂 Akhirnya, saya dan teman-teman pun mencari solusi atas permasalahan kami ini, dan kami menemukan sang penyelamat yang bernama “DosBOX“. Dos Box adalah suatu aplikasi opensource yang berupa DOS-emulator. Baiklah langsung saja ke inti permasalahan, berikut ini ialah langkah-langkah yang perlu anda lakukan untuk menjalankan Turbo Pascal via DosBOX :

  1. Jika belum memiliki program Turbo pascal silahkan download dengan cara klik disini.
  2. Download aplikasi DosBOX disini. Lalu install seperti biasa sesuai dengan sistem operasi yang anda gunakan.
  3. Setelah itu silahkan ekstrak file Turbo Pascal yang telah anda Download, dan tempatkan di direktori yang anda suka. Sebagai contoh saya menempatkan folder PASCAL di drive C: .
  4. Setelah itu buka program DosBOX, lalu ketikkan pertintah: “MOUNT C: \PASCAL\” (ket: tanpa tanda petik)
  5. Jika sudah ketikkan perintah “C:” (ket: tanpa tanda petik) untuk masuk ke direktori \PASCAL\ yang sudah anda mount sebagi drive C:
  6. Kemudian ketikkan perintah “TURBO.exe” (ket: tanpa tanda petik), untuk mejanlankan program Turbo Pascal.
  7. Dan Selamat! Anda telah berhasil menjalankan program Turbo Pascal melalui DosBOX! 😀

Nah itu tadi langkah-langkah untuk sistem operasi berbasis windows. Untuk anda yang menggunakan  sistem operasi berbasis Linux langkahnya sama saja, hanya anda perlu menyesuaikan perintah untuk memount direktori tempat program Turbo Pascal berada dengan direktori anda meletakannya. Jadi misalkan anda telah mengekstrak file program Turbo Pascal dan menempatkan folder PASCAL nya di direktori /home anda, maka tinggal ketik saja perintah “MOUNT C: ~/PASCAL/”, (ket: tanpa tanda petik). Sedangkan langkah selanjutnya sama dengan langkah-langkah yang harus dilakukan pada sistem operasi windows. 😀 Oke, saya kira itu dulu yang saya sampaikan kali ini. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada pertanyaan silahkan saja tuliskan di kolom komenntar, akan saya jawab sesuai  kemampuan saya. Sampai Jumpa! 😀

Software Kamus Bahasa Jepang, Tagaini Jisho

Halo semuanya, saya ngeblog lagi nih…. kali ini sharing tentang software lagi… Heeheee.. Dan tentunya software kali ini InsyaAllah bermanfaat, gratis, dan legal. 😀

Software yang akan saya bagikan kali ini adalah Kamus Bahasa Jepang Tagaini Jisho. Software ini termasuk software opensource, jadi ga perlu bayar lisensi atau  pakai crack untuk mendapatkannya. Saya mendapatkan software ini ketika sedang mencari kamus bahasa jepang, kebetulan setelah berhenti mempelajari Bahasa Jepang selama satu tahun lebih saya mulai giat belajar Bahasa Jepang lagi, targetnya akhir 2014 harus bisa menguasai Bahasa Jepang. Doain saya ya, semoga berhasil hehee….. :mrgreen:

Oke, software ini cukup mudah dalam penggunaanya, karena anda tidak perlu menulis kata Bahasa Jepang dalam huruf  Hiragana, Katakana, atau Kanji, cukup dengan mengetikkan kata Bahasa Jepang yang ingin anda cari artinya, anda dapat menemukan artinya, beserta ejaannya dalam hurus kanji, hiragana, ataupun katakana.

Tagaini Jisho Screenshot

Tagaini Jisho Screenshot

Nah, seperti yang bisa anda lihat di Screenshot, ketika saya ketikkan kata “tama”, secara otomatis daftar kata “tama” dalam bahasa jepang dengan berbagai arti muncul, anda juga bisa mempelajari penulisan huruf kanjinya dengan fitur kanji stroke dengan meng-klik di hurus kanji pada kata yang anda pilih. Jika anda ingin menulis menggunakan huruf hiragana atau katakana juga bisa dengan panel yang telah disediakan.

Oke, bagi yang berminat untuk menginstallnya berikut caranya:

  • Ubuntu dan turunannya : ketikkan “sudo apt-get install tagainijisho” pada terminal anda
  • Windows download installernya di sini
  • Sistem operasi lain cek di sini
  • atau untuk anda yang ingin info lebih lanjut tentang software lain bisa cek di sini

Oke, saya kira cukup sekian dulu dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih telah berkunjung dan membaca blog saya. :mrgreen:

Tomahawk, Music Player OpenSource Yang Keren!

Hallo semuanya! 😀 Saya kembali lagi nih. Oke, kali ini saya akan berbagi mengenai “Tomahawk”, ingat “Tomahawk”, bukan “Tamahawk”! Tama itu yang punya blog, hehee…

Baiklah, jadi begini ceritanya, setelah saya berhasil menginstall Netrunner Dryland Third Edition di laptop saya, saya explore semua deh semua software dan fitur baru di OS ini. Beberapa dari anda mungkin sudah tahu apa saja fitur-fitur baru dari Netrunner Dryland Third Edition yang sudah saya bahas di sini. Nah, seperti yang saya bahas hampir di bagian akhir review saya mengenai Netrunner Dryland Third Edition, bahwa software music player yang dibawa oleh OS ini bukanlah Amarok, melainkan Tomahawk.

Baca lebih lanjut mengenai Tomahawk di sini . . .

LINUX TANPA KATA LINUX, DAN PANDANGAN KITA

Tux, Maskot Linux

Tux, Maskot Linux

Hello kawan, saya kembali lagi. Kali ini saya mau membagikan atau istilah kerennya sharing info tentang linux lagi. Artikel ini berasal dari Blog nya Pak Rusmanto Maryanto yang saya gunakan untuk referensi dengan seizin beliau. Juga telah saya berikan beberapa tambahan. Oke, langsung saja kita simak “Linux Tanpa Kata Linux dan Pandangan Kita”.
Komputer sejatinya bukan hanya terdiri dari PC (personal computer saja), ada beberapa jenis computer  selain PC yang juga dibuat untuk keperluan tertentu. Contohnya adalah seperti : Super Computer (Mainframe), Embeded Computer (Play Station, AC, TV, DVD Player, dsb), bahkan sekarang juga telah populer jenis computer Tablet PC dan Smartphone.
Nah, sedangkan seperti yang kita ketahui bersama computer memerlukan suatu jembatan untuk menghubungkan antara hardware komputer tersebut dengan brainware atau manusia berupa Operating System. Secara awam, operating system adalah program untuk menjalankan peralatan elektronik yang berisi microprocessor seperti netbook, notebook, desktop pc, smartphone, tablet pc, server, mainframe, smart tv, multimedia system di mobil dan pesawat terbang, perangkat jaringan komputer, VoIP, dan lain-lain. Operating System saat ini memiliki banyak jenis dan varian, mulai dari yang paling populer Windows besutan Microsoft, MAC OSX dari Apple, Linux yang bersifat Open Source, Oracle, dsb.
Untuk Linux sendiri ada begitu banyak operating system yang berbasis padanya atau yang biasa disebut sebagai distro atau distribusi linux. Karena linux sejatinya merupakan kernel atau inti dari operating system itu sendiri. Contoh dari distro linux yang populer seperti : Ubuntu, Linuxmint, Slackware, OpenSuse, Fedora, RedHat, Debian, CentOS, dsb.
Namun tahukah anda, bahwa di saat ini ada begitu banyak operating system berintikan linux yang jarang diketahui bahwa operating system tersebut menggunakan kernel linux. Seperti Operating System Android yang kini mendominasi pasar operating system computer di seluruh dunia sebanyak 70 %, terutama pada Tablet PC, dan Smartphone. Kesuksesan Android ini juga tidak lepas dari sifat Linux yang Open Source, yang memungkinkan seluruh orang di dunia ikut serta dalam pengembangannya. Bahkan melalui sifat Open Source ini, banyak orang yang telah memodifikasi Android ini untuk digunakan di PC beraksitektur X86. Jika tidak percaya silahkan cek di sini.
Linux kini telah memiliki banyak nama, juga banyak dijual secara paket  (bundling) dengan hardwarenya sepertin halnya Andoid yang di bundling dengan Tablet PC atau Smartphone. Berbagai system operasi baru untuk perangkat mobile seperti Tablet PC dan Smartphone berbasis linux pun kini bermunculan. Mereka yang berharap dapat mengikuti kesuksesan Android antara lain adalah : Tizen, Ubuntu Mobile, Firefox OS, Chrome OS, dan masih banyak operating system yang mungkin akan menyusul.
Tizen sendiri merupakan operating system besutan Samsung yang dibuat dengan tujuan menambah varian Smartphone atau Tablet PC mereka, serta untuk mengurangi ketergantungan pada Android. Ubuntu Mobile adalah versi untuk perangkat mobile seperti Tablet PC dan Smartphone dari Ubuntu, operating system besutan Cannonical ini diprediksi akan menjadi salah satu pesaing berat dari Android.  Sedangkan Firefox OS yang saat ini masih dalam pengembangan juga diprediksi akan mewarnai persaingan operating system di masa yang akan datang.
Setelah membaca artikel ini saya harap anda dapat mengambil kesimpulan yang tepat. Sekarang coba anda pikirkan  lagi, jika anda dulu berpendapat bahwa Linux itu tampilannya jelek, ribet, dan susah, bagaimana dengan Android? Mengapa Android yang berbasis Linux dapat menguasai dunia bahkan mengalahkan Windows Phone besutan microsoft jika operating system berbasis Linux tampilannya jelek, ribet, dan susah digunakan? Bahkan juga ada orang-orang yang membeli perangkat dari Apple seperti Macbook, atau IPhone yang harganya selangit dibandingkan produk lain, akhirnya mereka mengganti operating system bawaan dari Apple dengan operating system berbasis Linux. Hal ini membuktikan bahwa Linux tampilannya tidaklah jelek, penggunaanya tidak susah dan ribet, justru linux itu menyenangkan dan memiliki banyak kelebihan.  Kita bisa memodifikasi segala isinya sesuai keinginan kita, kita bisa menjdikannya sarana untuk berekspresi dengan bebas. Soal ribet dan susah itu relatif, tinggal bagaimana kita membiasakan diri kita dengannya. Mungkin memang untuk melakukan beberapa hal di Linux kita perlu memasukkan password, atau menggunakan terminal. Tapi karena itu juga Linux menjadi lebih aman. Dan jika anda masih bilang bahwa linux itu tampilannya jelek, coba lihat Linux dengan berbagai efek Compiz, tampilan desktop KDE, Cinnamon, Gnome, atau dektop enviroment lainnya, screenshot hasil modifikasi desktop Linux, efek pada Android, dsb.
Apa yang saya tulis kali ini adalah opini saya mengenai Linux, juga beberapa fakta. Silahkan anda menentukan pendapat anda sendiri karena itulah hak anda, Terimakasih atas kunjungannya. 🙂

Berusaha, Menolong Teman Migrasi ke LINUX

Akhirnya, 25 Desember 2012 atau tepat 6 hari ketika saya menulis artikel ini.Pada pagi hari ketika saya sampai di sekolah sekitar setengah tujuh pagi seorang teman dari kelas 9-A datang kepada saya, dia minta install ulang Windows Sepen, sekalian diinstallkan linux dengan desktop KDE yang udah ada efeknya macam-macam seperti milik saya, alias pakai dual-boot. 😀 Tapi saya agak bingung waktu itu, soalnya distro linux yang saya gunakan itu sendiri sebenarnya adalah LinuxMint 13 “Maya” LTS Cinnamon, yang sudah saya ubah Desktop Enviromentnya jadi “kubuntu-desktop”. Saya coba ingat-ingat dulu sebelum meng-iyakan permintaanya, apakah saya punya file ISO installer Linux dengan Desktop Enviroment KDE?

 

Akhirnya saya putuskan untuk jelaskan pada dia tentang distro linux yang saya pakai, saya bilang juga kalau mau yang pengen ada efek macem-macem + tampilannya seperti milikku harus install paket kubuntu-desktop dulu. Yah, dia akhirnya bilang ke saya kalau dia mau lihat-lihat dulu. Ya sudah, akhirnya saya buka laptop saya buka pastisi hardisk di “Tama’s Data>LINUX ISO”, diantara file berformat ISO itu saya melihat satu file pembawa harapan yang hampir terlupakan oleh saya, yaitu “Netrunner 4.iso”. Saya baru ingat kalau saya punya installer Netrunner 4 Dryland, sebuah distro linux berbasis kubuntu 11.10 rilis sekitar 1 tahun yang lalu yang saya download ketika masih duduk di kelas 8. Distro dengan Desktop Enviroment KDE pertama saya, refleks saya pun langsung berdiri dan menghampiri teman saya yang tadi, saya pun langsung jelaskan padanya dan berikan pilihan, mau pakai versi yang lebih baru tapi efek menyusul, atau versi satu tahun lalu tapi sudah ada efek siap pakai. TENONET TONETTT!!!!! Akhirnya dia memutuskan, untuk lebih memilih efek yang telah siap pakai.

 

Oke, langsung saja saya beraksi, menyuruh dia menyiapkan sebuah flashdisk berkapasitas 4GB. Sudah ketemu flashdisknya, langsung saya beraksi. Buka Unetbootin, lalu membuat live boot-usb Netrunner 4 Dryland-nya. Namun berhubung hari Jum’at, aktu di sekolah sangat pendek dan laptop saya dipinjam oleh Pak Guru yang mengajar Agama untuk presentasi, akhirnya saya meminjamkannya, tak kuasa menolak perintaan tolong dari seorang Guru Agama saya. 😀 Selain itu waktu pelajaran IPS saya tidak mampu mengalihkan perhatian antara materi pembelajaran. Alhasil hingga waktu pulang sekolah Netrunner 4 Dryland belum terinstall di laptop teman saya. Tapi siapa sangka! Dia akhirnya meminta saya untuk membawa pulang laptopnya, menginstallkan Netrunner 4 Dryland di rumah, dan supaya siap pakai esok harinya. Oke saya sanggupi dengan semangat, soalnya baru pertama kali say lihat seorang teman yang nampak bergitu semangat mencoba linux. 😀

 

Oke, setelah pulang sekolah dan selesai solat Jum’at lansung saya buka dua laptop yang telah menanti saya di kamar. Yang satu milik saya sendiri untuk berbagai keperluan, yang satu milik teman saya yang menanti untuk diinstall Netrunner 4 Dryland. Saat mencoba menginstall Netrunner 4 Dryland di laptop teman saya pakai usb live boot, eh ladalah! Flashdisknya gak terdeksi, udah saya coba beberapa kali tetap gak terdeteksi. Sempat panik saya, tapi langsung ingat kalau dulu pernah punya DVD Netrunner yang saya bakar sendiri, langsung saya cari di rak buku. Alhamdulillah ketemu, saya coba deh install pakai DVD. ALhamdulillah lagi, proses instalasi berjalan lancar dan berhasil. Oke, selanjutnya setelah Netrunner 4 Dryland terinstall, waktunya di coba, saya ubah seting mengenai efek-efeknya, setelah itu saya cek sound systemnya, gak keluar suaranya! Akhirnya saya coba update dulu, mengingat laptop teman saya ini termasuk keluaran baru, pertengahan 2012 kemarin. Alhamdulillah, sukses semua. 😀

 

Esok harinya saya kasih itu laptop ke dia. Lansung begitu dia coba, dimainin semua efeknya. Saya antara seneng, pengen ketawa, lucu, sweatdroped, dsb. Dia tanya ke saya, “Berapa nih?”. Waduh, saya gak pernah kerpikiran buat minta honor. Lansung saya bilang ke dia, “Ntar aja, kalau udah oke semua, sama terserah kamu aja.”. Akhirnya setelah saya diskusikan dengan dia, saya mendapat pulsa Rp 20.000,00. 😀 Kebetulan pulsa saya habis, bokek pula. Kalau gak bokek ya saya tidak menarik biaya, karena emang saya gak suka begitu sama teman sendiri, udah sohib lagi. Namun apa daya, krisis ekonomi yang memaksa, hehee…. Udah termasuk murah kan, install ulang Windows 7 (Walau belum saya installin), sama install Netrunner 4 Dryland, les ilmu dasar linux, pelayanan tanya jawab apabila ada kesulitan, dan Extra Upgrade ke versi Netrunner 12.12 Dryland Third Edition yang ISO installer nya sedang saya download, secara gratis. 😀 hehee… Baru beberapa hari mungkin Netrunner di laptopnya sudah akan saya update lagi. 😀 Saking semangatnya saya karena ada teman yang mau mencoba linux, saya harap dia gak cepat putus asa dalam belajar apabila ada kesulitan dan tetap betah pakai linux. 😀 Aamiin….

 

Oh iya, soal install ulang Windows Sepen belum saya lakukan, soalnya kebetulan waktu itu file installer Windows Sepen di laptop saya, saya cari gak ketemu. Entah saya lupa naruh di folder mana, atau memang sudah terhapus, yang pasti saya cari gak ketemu. Ini sedang saya usahakan untuk mencari installer yang baru. :mrgreen:.

 

Oke, sekian cerita saya kali ini dalam misi membantu teman saya dalam menginstall dan mempelajari linux. Terimakasih telah berkunjung dan membaca. :mrgreen:

Ganti Judul/Nama Blog?

Hallo kawan, cowok kece dan unyu-unyu yang satu ini kembali lagi. 😀 Kali ini saya ingin mengungkapkan sesuatu yang sedang melayang-layang di otak saya. Hemm….apakah itu? Yap, tentang judul blog ini, “This Is My Expression”. Memangnya ada masalah apa dengan judul blog ini? Mungkin sekilas tidak ada masalah. Namun, setelah saya pikirkan sepertinya judul blog ini terlalu “mainstream”, sedangkan cowok yang punya blog ini adalah seseorang yang tidak terlalu suka dengan sesuatu yang mainstream. Hal itu terbukti dengan beberapa hal ini :

  1. Teman-teman saya laptopnya pakai windows semua, saya pakai linux. Walaupun kemarin saya berhasil mengajak seorang teman untuk mencoba Linux dengan dualboot.
  2. Laptop teman-teman kebanyakan pakai Acer, saya pakai Asus.
  3. Teman-teman saya suka musik rock, saya lebih suka RnB.
  4. Teman-teman saya nge-fans sama Manchester United atau Barcelona FC, saya nge-fans sama Manchester City.
  5. Teman-teman saya suka pada ngaku cowok ganteng, saya lebih suka ngaku cowok manis. 😀
  6. Teman-teman saya suka mainan PES, saya juga. (Lhoh!)
  7. Teman-teman saya pakai blogspot, saya paki wordpress. dsb. 😀

Sudah ada beberapa nama yang baru di otak yang akan mengganti nama/judul blog ini, antara lain “SCITORY” (Science, Computer, Technology, and Story), “Tama’s Notes”, “SFIRTTAMA JUST ONE AND THE ONE”, “Boy On The Sky”, dll. Begitu banyak nama yang terpikirkan membuat saya bingung. Lagipula blog ini juga baru berusia sekitar seminggu, dan memang saya sama sekali tidak memiliki judul untuk blog ini waktu itu.. Enaknya ganti gak ya? Masih perlu waktu untuk dipertimbangkan nih. I’M SO CONFUSED.