Tomahawk, Music Player OpenSource Yang Keren!

Hallo semuanya! 😀 Saya kembali lagi nih. Oke, kali ini saya akan berbagi mengenai “Tomahawk”, ingat “Tomahawk”, bukan “Tamahawk”! Tama itu yang punya blog, hehee…

Baiklah, jadi begini ceritanya, setelah saya berhasil menginstall Netrunner Dryland Third Edition di laptop saya, saya explore semua deh semua software dan fitur baru di OS ini. Beberapa dari anda mungkin sudah tahu apa saja fitur-fitur baru dari Netrunner Dryland Third Edition yang sudah saya bahas di sini. Nah, seperti yang saya bahas hampir di bagian akhir review saya mengenai Netrunner Dryland Third Edition, bahwa software music player yang dibawa oleh OS ini bukanlah Amarok, melainkan Tomahawk.

Baca lebih lanjut mengenai Tomahawk di sini . . .

LINUX TANPA KATA LINUX, DAN PANDANGAN KITA

Tux, Maskot Linux

Tux, Maskot Linux

Hello kawan, saya kembali lagi. Kali ini saya mau membagikan atau istilah kerennya sharing info tentang linux lagi. Artikel ini berasal dari Blog nya Pak Rusmanto Maryanto yang saya gunakan untuk referensi dengan seizin beliau. Juga telah saya berikan beberapa tambahan. Oke, langsung saja kita simak “Linux Tanpa Kata Linux dan Pandangan Kita”.
Komputer sejatinya bukan hanya terdiri dari PC (personal computer saja), ada beberapa jenis computer  selain PC yang juga dibuat untuk keperluan tertentu. Contohnya adalah seperti : Super Computer (Mainframe), Embeded Computer (Play Station, AC, TV, DVD Player, dsb), bahkan sekarang juga telah populer jenis computer Tablet PC dan Smartphone.
Nah, sedangkan seperti yang kita ketahui bersama computer memerlukan suatu jembatan untuk menghubungkan antara hardware komputer tersebut dengan brainware atau manusia berupa Operating System. Secara awam, operating system adalah program untuk menjalankan peralatan elektronik yang berisi microprocessor seperti netbook, notebook, desktop pc, smartphone, tablet pc, server, mainframe, smart tv, multimedia system di mobil dan pesawat terbang, perangkat jaringan komputer, VoIP, dan lain-lain. Operating System saat ini memiliki banyak jenis dan varian, mulai dari yang paling populer Windows besutan Microsoft, MAC OSX dari Apple, Linux yang bersifat Open Source, Oracle, dsb.
Untuk Linux sendiri ada begitu banyak operating system yang berbasis padanya atau yang biasa disebut sebagai distro atau distribusi linux. Karena linux sejatinya merupakan kernel atau inti dari operating system itu sendiri. Contoh dari distro linux yang populer seperti : Ubuntu, Linuxmint, Slackware, OpenSuse, Fedora, RedHat, Debian, CentOS, dsb.
Namun tahukah anda, bahwa di saat ini ada begitu banyak operating system berintikan linux yang jarang diketahui bahwa operating system tersebut menggunakan kernel linux. Seperti Operating System Android yang kini mendominasi pasar operating system computer di seluruh dunia sebanyak 70 %, terutama pada Tablet PC, dan Smartphone. Kesuksesan Android ini juga tidak lepas dari sifat Linux yang Open Source, yang memungkinkan seluruh orang di dunia ikut serta dalam pengembangannya. Bahkan melalui sifat Open Source ini, banyak orang yang telah memodifikasi Android ini untuk digunakan di PC beraksitektur X86. Jika tidak percaya silahkan cek di sini.
Linux kini telah memiliki banyak nama, juga banyak dijual secara paket  (bundling) dengan hardwarenya sepertin halnya Andoid yang di bundling dengan Tablet PC atau Smartphone. Berbagai system operasi baru untuk perangkat mobile seperti Tablet PC dan Smartphone berbasis linux pun kini bermunculan. Mereka yang berharap dapat mengikuti kesuksesan Android antara lain adalah : Tizen, Ubuntu Mobile, Firefox OS, Chrome OS, dan masih banyak operating system yang mungkin akan menyusul.
Tizen sendiri merupakan operating system besutan Samsung yang dibuat dengan tujuan menambah varian Smartphone atau Tablet PC mereka, serta untuk mengurangi ketergantungan pada Android. Ubuntu Mobile adalah versi untuk perangkat mobile seperti Tablet PC dan Smartphone dari Ubuntu, operating system besutan Cannonical ini diprediksi akan menjadi salah satu pesaing berat dari Android.  Sedangkan Firefox OS yang saat ini masih dalam pengembangan juga diprediksi akan mewarnai persaingan operating system di masa yang akan datang.
Setelah membaca artikel ini saya harap anda dapat mengambil kesimpulan yang tepat. Sekarang coba anda pikirkan  lagi, jika anda dulu berpendapat bahwa Linux itu tampilannya jelek, ribet, dan susah, bagaimana dengan Android? Mengapa Android yang berbasis Linux dapat menguasai dunia bahkan mengalahkan Windows Phone besutan microsoft jika operating system berbasis Linux tampilannya jelek, ribet, dan susah digunakan? Bahkan juga ada orang-orang yang membeli perangkat dari Apple seperti Macbook, atau IPhone yang harganya selangit dibandingkan produk lain, akhirnya mereka mengganti operating system bawaan dari Apple dengan operating system berbasis Linux. Hal ini membuktikan bahwa Linux tampilannya tidaklah jelek, penggunaanya tidak susah dan ribet, justru linux itu menyenangkan dan memiliki banyak kelebihan.  Kita bisa memodifikasi segala isinya sesuai keinginan kita, kita bisa menjdikannya sarana untuk berekspresi dengan bebas. Soal ribet dan susah itu relatif, tinggal bagaimana kita membiasakan diri kita dengannya. Mungkin memang untuk melakukan beberapa hal di Linux kita perlu memasukkan password, atau menggunakan terminal. Tapi karena itu juga Linux menjadi lebih aman. Dan jika anda masih bilang bahwa linux itu tampilannya jelek, coba lihat Linux dengan berbagai efek Compiz, tampilan desktop KDE, Cinnamon, Gnome, atau dektop enviroment lainnya, screenshot hasil modifikasi desktop Linux, efek pada Android, dsb.
Apa yang saya tulis kali ini adalah opini saya mengenai Linux, juga beberapa fakta. Silahkan anda menentukan pendapat anda sendiri karena itulah hak anda, Terimakasih atas kunjungannya. 🙂

Berusaha, Menolong Teman Migrasi ke LINUX

Akhirnya, 25 Desember 2012 atau tepat 6 hari ketika saya menulis artikel ini.Pada pagi hari ketika saya sampai di sekolah sekitar setengah tujuh pagi seorang teman dari kelas 9-A datang kepada saya, dia minta install ulang Windows Sepen, sekalian diinstallkan linux dengan desktop KDE yang udah ada efeknya macam-macam seperti milik saya, alias pakai dual-boot. 😀 Tapi saya agak bingung waktu itu, soalnya distro linux yang saya gunakan itu sendiri sebenarnya adalah LinuxMint 13 “Maya” LTS Cinnamon, yang sudah saya ubah Desktop Enviromentnya jadi “kubuntu-desktop”. Saya coba ingat-ingat dulu sebelum meng-iyakan permintaanya, apakah saya punya file ISO installer Linux dengan Desktop Enviroment KDE?

 

Akhirnya saya putuskan untuk jelaskan pada dia tentang distro linux yang saya pakai, saya bilang juga kalau mau yang pengen ada efek macem-macem + tampilannya seperti milikku harus install paket kubuntu-desktop dulu. Yah, dia akhirnya bilang ke saya kalau dia mau lihat-lihat dulu. Ya sudah, akhirnya saya buka laptop saya buka pastisi hardisk di “Tama’s Data>LINUX ISO”, diantara file berformat ISO itu saya melihat satu file pembawa harapan yang hampir terlupakan oleh saya, yaitu “Netrunner 4.iso”. Saya baru ingat kalau saya punya installer Netrunner 4 Dryland, sebuah distro linux berbasis kubuntu 11.10 rilis sekitar 1 tahun yang lalu yang saya download ketika masih duduk di kelas 8. Distro dengan Desktop Enviroment KDE pertama saya, refleks saya pun langsung berdiri dan menghampiri teman saya yang tadi, saya pun langsung jelaskan padanya dan berikan pilihan, mau pakai versi yang lebih baru tapi efek menyusul, atau versi satu tahun lalu tapi sudah ada efek siap pakai. TENONET TONETTT!!!!! Akhirnya dia memutuskan, untuk lebih memilih efek yang telah siap pakai.

 

Oke, langsung saja saya beraksi, menyuruh dia menyiapkan sebuah flashdisk berkapasitas 4GB. Sudah ketemu flashdisknya, langsung saya beraksi. Buka Unetbootin, lalu membuat live boot-usb Netrunner 4 Dryland-nya. Namun berhubung hari Jum’at, aktu di sekolah sangat pendek dan laptop saya dipinjam oleh Pak Guru yang mengajar Agama untuk presentasi, akhirnya saya meminjamkannya, tak kuasa menolak perintaan tolong dari seorang Guru Agama saya. 😀 Selain itu waktu pelajaran IPS saya tidak mampu mengalihkan perhatian antara materi pembelajaran. Alhasil hingga waktu pulang sekolah Netrunner 4 Dryland belum terinstall di laptop teman saya. Tapi siapa sangka! Dia akhirnya meminta saya untuk membawa pulang laptopnya, menginstallkan Netrunner 4 Dryland di rumah, dan supaya siap pakai esok harinya. Oke saya sanggupi dengan semangat, soalnya baru pertama kali say lihat seorang teman yang nampak bergitu semangat mencoba linux. 😀

 

Oke, setelah pulang sekolah dan selesai solat Jum’at lansung saya buka dua laptop yang telah menanti saya di kamar. Yang satu milik saya sendiri untuk berbagai keperluan, yang satu milik teman saya yang menanti untuk diinstall Netrunner 4 Dryland. Saat mencoba menginstall Netrunner 4 Dryland di laptop teman saya pakai usb live boot, eh ladalah! Flashdisknya gak terdeksi, udah saya coba beberapa kali tetap gak terdeteksi. Sempat panik saya, tapi langsung ingat kalau dulu pernah punya DVD Netrunner yang saya bakar sendiri, langsung saya cari di rak buku. Alhamdulillah ketemu, saya coba deh install pakai DVD. ALhamdulillah lagi, proses instalasi berjalan lancar dan berhasil. Oke, selanjutnya setelah Netrunner 4 Dryland terinstall, waktunya di coba, saya ubah seting mengenai efek-efeknya, setelah itu saya cek sound systemnya, gak keluar suaranya! Akhirnya saya coba update dulu, mengingat laptop teman saya ini termasuk keluaran baru, pertengahan 2012 kemarin. Alhamdulillah, sukses semua. 😀

 

Esok harinya saya kasih itu laptop ke dia. Lansung begitu dia coba, dimainin semua efeknya. Saya antara seneng, pengen ketawa, lucu, sweatdroped, dsb. Dia tanya ke saya, “Berapa nih?”. Waduh, saya gak pernah kerpikiran buat minta honor. Lansung saya bilang ke dia, “Ntar aja, kalau udah oke semua, sama terserah kamu aja.”. Akhirnya setelah saya diskusikan dengan dia, saya mendapat pulsa Rp 20.000,00. 😀 Kebetulan pulsa saya habis, bokek pula. Kalau gak bokek ya saya tidak menarik biaya, karena emang saya gak suka begitu sama teman sendiri, udah sohib lagi. Namun apa daya, krisis ekonomi yang memaksa, hehee…. Udah termasuk murah kan, install ulang Windows 7 (Walau belum saya installin), sama install Netrunner 4 Dryland, les ilmu dasar linux, pelayanan tanya jawab apabila ada kesulitan, dan Extra Upgrade ke versi Netrunner 12.12 Dryland Third Edition yang ISO installer nya sedang saya download, secara gratis. 😀 hehee… Baru beberapa hari mungkin Netrunner di laptopnya sudah akan saya update lagi. 😀 Saking semangatnya saya karena ada teman yang mau mencoba linux, saya harap dia gak cepat putus asa dalam belajar apabila ada kesulitan dan tetap betah pakai linux. 😀 Aamiin….

 

Oh iya, soal install ulang Windows Sepen belum saya lakukan, soalnya kebetulan waktu itu file installer Windows Sepen di laptop saya, saya cari gak ketemu. Entah saya lupa naruh di folder mana, atau memang sudah terhapus, yang pasti saya cari gak ketemu. Ini sedang saya usahakan untuk mencari installer yang baru. :mrgreen:.

 

Oke, sekian cerita saya kali ini dalam misi membantu teman saya dalam menginstall dan mempelajari linux. Terimakasih telah berkunjung dan membaca. :mrgreen: