CLBK Dengan Ubuntu

new-ubuntu-logo

Hallo semuanya? Apa kabar?

Kali ini saya akan berbagi cerita tentang sistem operasi yang saya gunakan pada laptop saya. Oke, setelah sekian lama menggunakan sistem operasi dengan Desktop Enviroment KDE, yaitu Netrunner 12.12.1, tiba-tiba saya merasa mulai rindu dengan tampilan desktop berbasis GTK. Selain itu saya mulai tertarik untuk mencoba menggunakan software sistem monitoring Conky.

Akhirnya karena rasa rindu dan ingin belajar mengenai conky saya memutuskan untuk menginstall kembali sistem operasi Ubuntu di laptop saya. Namun, saya malas mendownload versi stabil yang paling baru yaitu versi 13.04 mengingat sekitar dua bulan lagi versi 13.10 keluar.  Akhirnya saya memutuskan untuk menginstall versi Long Term Suport (LTS) yaitu Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin.

Setelah proses instalasi saya pun langsung mengupdate dan menginstall beberapa program yang diperlukan. Saya pun sibuk mengotak-atik tampilan desktopnya. Saya juga mencoba untuk menambahkan conky ke desktop saya, dan Alhamdulillah percobaan pertama saya berhasil. Selain itu saya juga menambahkan sesi desktop Cinnamon dan Gnome Shell.

Berikut ini dia tampilan desktop ubuntu saya, masih standart sih. Maklum masih belajar. 😛

Tampilan Desktop Unity Dengan Conky

Tampilan Desktop Unity Dengan Conky

Tampilan Desktop Unity saya dengan archey dan conky (Font belum di edit)

Tampilan Desktop Unity saya dengan archey dan conky (Font belum di edit)

Tampilan Desktop Cinnamon dengan conky

Tampilan Desktop Cinnamon dengan conky

Desktop Cinnamon dengan nemo

Desktop Cinnamon dengan nemo

Screenshot from 2013-08-20 00:30:18

Desktop Cinnamon dengan archey dan conky

Nah, itu dia tampilan desktop Ubuntu saya. Sebenarnya saya masih mencoba untuk mengubah tampilan desktop saya untuk menjadi lebih baik lagi. Selain itu rencananya nanti saya akan membagikan sedikit ilmu tentang konfigurasi conky. 😀

Baiklah, saya kira sekian dulu posting saya kali ini. Terimakasih telah berkunjung dan membaca isi blog ini. 😀

Iklan

LINUX TANPA KATA LINUX, DAN PANDANGAN KITA

Tux, Maskot Linux

Tux, Maskot Linux

Hello kawan, saya kembali lagi. Kali ini saya mau membagikan atau istilah kerennya sharing info tentang linux lagi. Artikel ini berasal dari Blog nya Pak Rusmanto Maryanto yang saya gunakan untuk referensi dengan seizin beliau. Juga telah saya berikan beberapa tambahan. Oke, langsung saja kita simak “Linux Tanpa Kata Linux dan Pandangan Kita”.
Komputer sejatinya bukan hanya terdiri dari PC (personal computer saja), ada beberapa jenis computer  selain PC yang juga dibuat untuk keperluan tertentu. Contohnya adalah seperti : Super Computer (Mainframe), Embeded Computer (Play Station, AC, TV, DVD Player, dsb), bahkan sekarang juga telah populer jenis computer Tablet PC dan Smartphone.
Nah, sedangkan seperti yang kita ketahui bersama computer memerlukan suatu jembatan untuk menghubungkan antara hardware komputer tersebut dengan brainware atau manusia berupa Operating System. Secara awam, operating system adalah program untuk menjalankan peralatan elektronik yang berisi microprocessor seperti netbook, notebook, desktop pc, smartphone, tablet pc, server, mainframe, smart tv, multimedia system di mobil dan pesawat terbang, perangkat jaringan komputer, VoIP, dan lain-lain. Operating System saat ini memiliki banyak jenis dan varian, mulai dari yang paling populer Windows besutan Microsoft, MAC OSX dari Apple, Linux yang bersifat Open Source, Oracle, dsb.
Untuk Linux sendiri ada begitu banyak operating system yang berbasis padanya atau yang biasa disebut sebagai distro atau distribusi linux. Karena linux sejatinya merupakan kernel atau inti dari operating system itu sendiri. Contoh dari distro linux yang populer seperti : Ubuntu, Linuxmint, Slackware, OpenSuse, Fedora, RedHat, Debian, CentOS, dsb.
Namun tahukah anda, bahwa di saat ini ada begitu banyak operating system berintikan linux yang jarang diketahui bahwa operating system tersebut menggunakan kernel linux. Seperti Operating System Android yang kini mendominasi pasar operating system computer di seluruh dunia sebanyak 70 %, terutama pada Tablet PC, dan Smartphone. Kesuksesan Android ini juga tidak lepas dari sifat Linux yang Open Source, yang memungkinkan seluruh orang di dunia ikut serta dalam pengembangannya. Bahkan melalui sifat Open Source ini, banyak orang yang telah memodifikasi Android ini untuk digunakan di PC beraksitektur X86. Jika tidak percaya silahkan cek di sini.
Linux kini telah memiliki banyak nama, juga banyak dijual secara paket  (bundling) dengan hardwarenya sepertin halnya Andoid yang di bundling dengan Tablet PC atau Smartphone. Berbagai system operasi baru untuk perangkat mobile seperti Tablet PC dan Smartphone berbasis linux pun kini bermunculan. Mereka yang berharap dapat mengikuti kesuksesan Android antara lain adalah : Tizen, Ubuntu Mobile, Firefox OS, Chrome OS, dan masih banyak operating system yang mungkin akan menyusul.
Tizen sendiri merupakan operating system besutan Samsung yang dibuat dengan tujuan menambah varian Smartphone atau Tablet PC mereka, serta untuk mengurangi ketergantungan pada Android. Ubuntu Mobile adalah versi untuk perangkat mobile seperti Tablet PC dan Smartphone dari Ubuntu, operating system besutan Cannonical ini diprediksi akan menjadi salah satu pesaing berat dari Android.  Sedangkan Firefox OS yang saat ini masih dalam pengembangan juga diprediksi akan mewarnai persaingan operating system di masa yang akan datang.
Setelah membaca artikel ini saya harap anda dapat mengambil kesimpulan yang tepat. Sekarang coba anda pikirkan  lagi, jika anda dulu berpendapat bahwa Linux itu tampilannya jelek, ribet, dan susah, bagaimana dengan Android? Mengapa Android yang berbasis Linux dapat menguasai dunia bahkan mengalahkan Windows Phone besutan microsoft jika operating system berbasis Linux tampilannya jelek, ribet, dan susah digunakan? Bahkan juga ada orang-orang yang membeli perangkat dari Apple seperti Macbook, atau IPhone yang harganya selangit dibandingkan produk lain, akhirnya mereka mengganti operating system bawaan dari Apple dengan operating system berbasis Linux. Hal ini membuktikan bahwa Linux tampilannya tidaklah jelek, penggunaanya tidak susah dan ribet, justru linux itu menyenangkan dan memiliki banyak kelebihan.  Kita bisa memodifikasi segala isinya sesuai keinginan kita, kita bisa menjdikannya sarana untuk berekspresi dengan bebas. Soal ribet dan susah itu relatif, tinggal bagaimana kita membiasakan diri kita dengannya. Mungkin memang untuk melakukan beberapa hal di Linux kita perlu memasukkan password, atau menggunakan terminal. Tapi karena itu juga Linux menjadi lebih aman. Dan jika anda masih bilang bahwa linux itu tampilannya jelek, coba lihat Linux dengan berbagai efek Compiz, tampilan desktop KDE, Cinnamon, Gnome, atau dektop enviroment lainnya, screenshot hasil modifikasi desktop Linux, efek pada Android, dsb.
Apa yang saya tulis kali ini adalah opini saya mengenai Linux, juga beberapa fakta. Silahkan anda menentukan pendapat anda sendiri karena itulah hak anda, Terimakasih atas kunjungannya. 🙂