Memori Yang Terbangun . . .

Hallo semua, apa kabar ? Baik-baik saja kan? πŸ˜€

DI tengah malam ini saya ingin membagikan sebuah puisi yang saya tulisketika saya sedang insomnia. Beberapa hari yang lalu karena susah tidur dan bingung harus melakukan apa untuk mengisi kesunyian malam akhirnya saya putuskan untuk mengambil kertas dan menuliskan untaian kata yang ga jelas ini.

Puisi kali mengandung sedikit unsur cinta dan jatuh cinta. πŸ˜› Cieee….. Ga tau kenapa kata-kata yang ditulis oleh tangan kanan saya ini akhirnya melahirkan sebuah puisi ga jelas ini. Sebelumnya pernah buat puisi cinta untuk tugas sekolah sih, waktu itu ketika saya masih kelas 8, guru Bahasa Indonesia saya memberi tugas untuk membuat puisi tema bebas dan jumlah terserah. Akhirnya saya membuat empat puisi ga jelas. 1 puisi cinta, 1 puisi galau tentang rasa rindu yang bisa ditujukan ke siapa saja, 1 puisi tema sosial, dan 1 puisi penyemangat dengan tema lebih ke friendship. πŸ˜›

Oke, daripada banyak cincong ini dia puisi terbaru saya, “Memori Yang Terbangun” . 😎

Di bawah langit berawan

Hembusan Angin lembut ciptakakan rasa nyaman

Suara anak manusia dengan teriakan

Berpadu, Menyatu, dalam sebuah hari dimana duainsan

Berdiri pada satu garis, buat suatu kenangan

Berdiri aku menatap kedepan

Suatu gelombang yang terasakan

Olehku bak melodi dalam nyanyian

Memanggil, menyentuh, meraih, menggetarkan

Sesuatu dalam dadaku yang Β kemudian

Terasa begitu menyenangkan

Sepasang bola mata hitam kecoklatan

Yang berkilauan, menyilaukan

Buat pesona bintang olehku terlupakan

Helai-helai rambut yang berkilauan

Saling bergesekan, melantunkan suatu nyanyian

Bibir munyil merah merona dengan lengkungan

Terlihat begitu manis dalam pandangan

Yang kini tak sanggup teralihkan

Oh, Tuhan. . .Β 

Apa yang tengah aku rasakan?

Begitu menyenangkan

Dan dalam dadaku terjadi getaran

Menjelma dalam suatu ledakan

Yang kurasa dari dalam dada teralirkan

Menyerang seluruh saraf dalam raga penuh kelemahan

Bagai teracuni oleh zat kimia yang mencandukan

Oh Tuhan. . .

Apakah yang engkau ciptakan?

Malaikat itu, akankah ia selamatkan

seorang pemuda dalam dunia penuh kebohongan?

Malaikat itu, akankah ia indahkan

Detik-detik dalam hidup yang dipenuhi kerusakan?

Malaikat itu, akankah ia musnahkan

Segala rasa sakit, dalam hati yang kesepian?

SEPTIAN ADHI TAMA Β (02.31 AM,Β 30 Mei 2013 )

Nah, itu dia puisi super ga jelas saya. Bagimana menurut anda? Konyol? Buruk? Lumayan? Yah, mohon maaf jika mengecewakan. Tapi saya mohon kritik dan saran dari anda semua. πŸ™‚

Oke, itu dia puisi ga jelas yang saya bagikan kali ini. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke blog saya yang biasa-biasa saja ini. Sampai Jumpa. 😎

Ada Cinta Di Linux

Halo semuanya… πŸ˜€ Di sela-sela kesibukan saya sebagai pelajar kelas 9 SMP yang sedang persiapan menghadapi UN ini saya sempatkan untuk berbagi bersama anda semua, karena berbagi itu indah, dan dengan berbagi pula hati ini bisa menjadi tenang.

Oke, jadi begini, mungkin beberapa dari anda yang merupakan pembaca setia blog ini telah mengetahui bahwa saya merupakan seorang pengguna sistem operasi linux. Salah satu alasan saya untuk menggunakan Linux adalah karena cinta yang ada di Linux itu sendiri. Bagaimana tidak? coba anda bayangkan, Jutaan orang di seluruh dunia bersatu, membentuk kelompok-kelompok. Jutaan orang diseluruh dunia bekerja keras demi membuat dan mengembangkan sistem operasi dan program yang bersifat open source, gratis, bebas didistribusikan dan di dimodifikasi oleh sesama. Jutaan orang berkumpul dalam suatu komunitas dan saling menolong sesama yang mengalami kesulitan dengan komputernya . Bukankah begitu besar cinta yang mereka miliki untuk sesama? Bukahkah begitu besar cinta mereka kepada dunia teknologi, tertama computer dan Linux itu sendiri. Inilah sesuatu yang belum tentu bisa anda dapatkan di sistem operasi lain.

Nah, membicarakan tentang cinta saya sempat iseng-iseng mengetikkan perintah “sudo apt-get install love” pada terminal Netrunner Dryland TE saya, yang berarti saya memberikan perintah untuk menginstall program dengan nama “love”. Dan inilah hasil dari perintah yang saya dapatkan itu:

ada cinta di linux

sudo apt-get install love

Informasi yang ditampilkan pada terminal setelah perintah tersebut diketikkan menujukkan bahwa terdapat paket software “love” pada repository saya, dan saya dimintai konfirmasi untuk menginstall paket tersebut dimana akan mendownload paket dengan ukuran 1732kB, dan ruang hardisk sebesar 4.412kB di laptop saya akan dipakai serta menginstall 4 paket lain yang dibutuhkan.

Nah, akhirnya setelah saya install program “love” itu, dan saya ketikkan perintah “love” di terminal untuk mengeksekusi program tersebut, tiba-tiba seekor babi pink dengan banyak hati berwarna pink berputar-putar dibelakangnya menyabut saya. Saya sempet heran, dalam pikiran saya “Cuman gini doang?!”, dan ternyata memang benar, hanya itu saja.

This is Love on Linux

This is Love on Linux

Satu yang di pikiran saya saat ini tentang program “love” ini, apakah tujuan orang yang mebuat program ini? Apakah hanya sekedar iseng? Apakah dia ingin menujukkan cinta yang ada di dalam Linux? Yah, terlepas dari itu semua itu memang terserah mereka. Kita memang bebas berekspresi di era sekarang. Ya intinya Linux itu penuh cinta. Hehee… :mrgreen:

Oke, sekian tulisan saya kali ini. terimakasih atas waktu yang anda luangkan untuk berkunjung ke blog ini dan membacanya. πŸ˜€