Everything’s Gonna be OK (Sedikit Inspirasi dari Buku “The Wisdom of Steve jobs”)

Siapa yang tak kenal Almarhum Steve Jobs? Sesosok maunusia jenius yang memberikan berbagai karya dan inovasinya kepada dunia ini. Dari berbagai produk yang keren seperti Macintosh, Macbook, Iphone, Ipad, dan yang lainnya. Yah, jujur aja walau produk yang merupakan karya dari Steve Jobs ini merupakan sesuatu yang sangat brilian, saya kurang menyukainya karena terkesan terlalu eksklusif dan mahal banget. :p Yah, tapi terlepas dari semua it, Steve Jobs merupakan salah satu orang yang menginpisrasi diri saya selama ini.

steveNah, kebetulan banget kemaren di perpustakaan sekolah saya menemukan buku berjudul “The Wisdom of Steve Jobs“. Ngomong-ngomong buku ini termasuk baru di perpustakaan sekolah saya, dan saya adalah orang pertama yang pinjam buku ini. πŸ˜€ :p Yang akhirnya tanpa pikir panjang lagi langsung saya pinjam untuk saya baca di rumah. Buku ini berisi tentang 300 Kearifan sosok Steve Jobs dalam hal : Filosofi Hidup, Keluarga, Etos Kerja, Inovasi, Manajemen, Kreativitas, dan Kematian. Nah kali ini saya ingin membagikan bagian yang saya suka dari Bab 1 buku ini yang berjudul ” Renungan-Renungan Hidup di Awal Karir”. Kenapa Bab 1? Karena saya baru Bab 1 saja yang sudah selesai saya baca. :mrgreen:. InsyaAllah, nanti kalau ada bagian lain yang menginspirasi dari buku ini akan saya bagikan di blog ini lagi.

Oke, in dia sebagian kearifan dari Steve Jobs yang saya ambil dari buku “The Wisdom of Steve Jobs”, cekidot. 😎

  • Secara lugu saya memilih sebuah perguruan tinggi yang hampir semahal Stanford sehingga seluruh dana orantua saya yang dari kelas pekerja itu habis terkuras untuk membayar uang kuliah saya. Setelah enambulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak mengerti apa yang akan saya kerjakan dengan hidup saya, padahal saya sudah menghabiskan uang orangtua saya yang telah mereka tabung sepanjang hidup mereka. Maka saya telah memutuskan untuk berhenti kuliah dengan kepercayaan bahwa segalanya akan berjalan dengan OK. Ketika itu sangat menakutkan, tetapi ketika mengingat-ingatnya kembali, itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu saya berhenti kuliah saya dapat berhenti mengikuti kelas yang tidak menarik sama sekali, dan mulai dengan mengikuti kelas yang tampaknya menarik bagi saya.
  • Karena berhenti kuliah dan tidak mengikuti kelas normal, maka saya memutuskan mengambil kelas kaligrafi untuk belajar bagaimana caranya dan ternyata saya sangat menyukainya. Ketika itu saya sama sekali tidak pernah berharap akan dapat menggunakan ilmu ini dalam hidup saya. Tetapi sepuluh tahun kemudian ketika untuk pertama kalinya merancang komputer Macintosh kami yang pertama, aku ingat semua pelajaran itu. Lalu kami menggunakannya dalam Mac. Mac akhirnya menjadi komputer pertama dengan tipografi terindah. Jika saya tidak pernah singgah di perguruan tinggi dengan satu mata kuliah itu, Mac tidak akan pernah menjadi komputer yang memiliki berbagai tipografi atau spasi huruf dengan perbandingan yang baik. Karena Windows hanya menyalinnnya dari Mac, tampaknya tidak ada komputer pribadi yang benar-benar memiliki tipografi dan spasi huruf seperti itu.
  • Dipecat dari Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada diri saya. Beban karena menjadi seorang pemula lagi yang kurang memiliki kepastian tentang segalanya. Namun hal itu ternyata membebaskan saya untuk memasuki masa kehidupan paling kreatif.
  • Saya sangat menyukai apa yang kami kerjakan di Apple sekarang, karena saya rasa itu kami kerjakan di Apple sekarang, karena saya rasa itu adalah pekerjaan yang terbaik yang pernah dilakukan Apple. Tetapi saya rasa kami semua di tim Mac menganggap hal itu sebagai puncak karier kami. Seperti Beatles saat memainkan lagu Shea Stadium. Kami betul-betul bekerja empat belas hingga delapan belas jam sehari, tujuh hari dalam seminggu, selama kira-kira dua tahun atau tiga tahun. Itu lah kehidupan kami. Tetapi kami mencintainya karena kami masih muda dan kami sanggup melakukannya.

Itu dia beberapa kearifan dari sosok Almarhum Steve Jobs yang telah saya bagikan. Dari situ saya belajar (semoga anda juga), bahwa di dalam hidup kita diperlukan suatu keberanian untuk mengambil langkah besar untuk mengubah hidup kita. Selain itu juga bahwa kita perlu untuk memandang sisi positif dari setiap kejadian yang terjadi dalam hidup ini, sekalipun kejadian tersebut bukanlah kejadian yang terlalu baik, serta untuk menikmati suatu pekerjaan dan melakukannya dengan penuh rasa optimis.

Bonus :

“Tidak seorang pun ingin mati. Bahkan orang-orang yang ingin masuk surga, tidak mau mati dulu sebelum ke sana. Namun, kematian adalah kepastian yang kita semua akan alami. Tidak seorang pun bisa lolos darinya. Dan memang begitulah seharusnya. Karena kemarian, sangat mungkin, adalah satu-satunya ciptaan terbaik dari kehidupan.”

-Steve Jobs, 1955-2011

Oke, semoga semua ini dapat memberi manfaat dan inspirasi bagi kita semua. Atas kunjungannya saya ucapkkan terimakasih. Sekian. πŸ™‚

Iklan

I’m a dreamer . . .

Inilah aku . . .
Seorang pemuda, seorang penerjang, seorang pemimpi . . .
Seorang manusia lemah, yang hanya memiliki sebuah keyakinan,
sebagai bekal perjalanan hidupnya . . .

Keyakinan bahwa aku terlahir demi suatu tujuan
Tujuan yang telah Tuhan tuliskan dalam catatan-Nya
Tujuan yang akan membawaku mendapatkan keutuhan diriku
Tujuan yang akan menghadirkan kebahagiaan bagi semua yang kucinta
Sekalipun harus kulewati jutaan jalan penuh derita

Keyakinan bahwa sekalipun suatu saat aku terjatuh,
Itu bukanlah hal yang memalukan!
Aku mampu untuk kembali BANGKIT!
Dan itu adalah hal yang PASTI!

Bukan luka
Bukan juga derita
Bukan kematian pula yang aku takutkan
Hanya saja, waktu terus berjalan
Aku hanya takut aku tidak sempat
Tidak sempat untuk menciptakan senyuman di wajah mereka yang kucinta
Tidak sempat menghadirkan kebahagiaan di hati mereka
Tidak sempat mengubah impian ini menjadi nyata

Namun, aku tersadar
Tak ada waktu untuk mengkhawatirkan itu semua
Aku hanya perlu untuk terus melangkah,
Dan terus melangkah
Menerjang semua yang menghadang
Selagi jantung ini masihlah berdetak
Selagi nafas ini masihlah berhembus
Kan kuraih semua yang bisa kuraih!

Once We Accept Our Limits, We Go Beyond Them

Hallo semuanya, rasanya sudah lama sekali saya tidak nge-blog. Lagi-lagi karena berbagai kesibukkan saya. πŸ™„ Yah, kali ini saya kembali dengan membawa suatu Quote yang saya dapatkan dari wallpaper laptop saya. :mrgreen: Yup, ini dia Quote-nya :

Ubuntu 12.04 With Cinnamon and Docky

Ubuntu 12.04 With Cinnamon and Docky

“Once We Accept Our Limits, We Go Beyond Them”

“Sekali kita menerima kekurangan kita, maka kita melewatinya”

Yap, itu dia Quote-nya. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua untuk mensyukuri dan menerima apa yang ada di dalam diri kita sendiri. Karena semua itu merupakan karunia Tuhan yang harus kita syukuri. Ya, di balik semua kekurangan yang ada pada diri kita, pasti ada kelebihan yang benar-benar luar biasa yang Tuhan telah berikan pada kita. Tuhan itu Maha Adil, pasti telah menyiapkan segala yang terbaik untuk kita. πŸ™‚

Menerima kekurangan berarti kita juga mensyukurinya. Nah, ibu saya sering bilang pada saya bahwa orang yang selalu bersyukur akan selalu ditambah kenikmatannya oleh Tuhan, berarti sangat tepat kan bahwa ketika kita menerima kekurangan kita, maka kita telah melewatinya. πŸ™‚

Quote ini juga akhirnya menjadi tema desktop ubuntu 12.04 LTS saya, kebetulan saya menemukan quote ini juga dari wallpaper yang saya download entah darimana saya lupa, dan saat ini saya jadikan wallpaper saya. :mrgreen: Sekalian saya mau pamer desktop Ubuntu saya dengan DE Cinnamon dan Conky.

Ubuntu 12.04 with Cinnamon, Docky, and Archey on terminal

Ubuntu 12.04 with Cinnamon, Docky, and Archey on terminal

Ubuntu 12.04 with Cinnamon and Nemo File Manager

Ubuntu 12.04 with Cinnamon and Nemo File Manager

 

Oke, itu dia sedikit Quote yang saya sampaikan kepada anda semua, semoga posting kali ini bisa menginspirasi kita semua untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan menerima segala kekurangan yang kita miliki. Sekian dari saya, terimakasih atas waktu dan kunjungannya. :mrgreen:

Keponakanku Calon Arsitek

Hallo semua , apa kabar? Β Masih baik-baik saja kan? πŸ™‚

Kali ini saya akan membagikan foto dari keponakan saya yang masih berusia 3 tahun, Muhammad Adam Daib Assyadza. Saya akan membagikan fotonya si Adam ini ketika dia sedang bermain beberapa toples isi makanan dengan menyusunnya menjadi sebuah menara toples. Tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan itu. Ketika saya seperti biasa menghadapi laptop untuk mengerjakan sesuatu dan kemuadian menoleh kebelakang sejenak untuk melihat apa yang dilakukan keponakan kecil saya ini, tiba-tiba saya melihatnya sedang menumpuk toples-toples tersebut menjadi sebuah menara kecil. Sontak saya berkata, “Wah, Adam calon arsitek!”. Seketika itu juga saya menyempatkan untuk mengambil fotonya si Adam pada saat itu. πŸ˜€

Baiklah ini dia foto-fotonya:

Adam menaruh toples terakhir di puncak menara toples buatannya.

Adam menaruh toples terakhir di puncak menara toples buatannya.

Sang arsitek melihat kembali menara buatannya

Sang arsitek melihat kembali menara buatannya

Menara toples karyanya si Adam

Menara toples karyanya si Adam

Yup, itu dia tiga foto yang sempat saya ambil ketika keponakan saya si Adam menciptakan sebuah karya menara toples miliknya. Yah, walaupun cuma membuat menara toples sederhana, tingkah lucu si Adam ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi kita. Yah, karena menurut saya segala sesuatu yang hebat dan luar biasa pasti berawal dari sesuatu yang kecil. 😎 Siapa tahu usia 3 tahun hanya membuat menara toples, nanti di usia 30 tahun atau bahkan lebih muda lagi keponakan saya ini sudah bisa membuat gedung pencakar langit. πŸ˜€ kita tidak tahu kan? Toh, menurut saya dalam kesehariannya si Adam ini memang sering menunjukkan kalau dia termasuk anak yang cerdas. Walaupun terkadang cukup nakal dan agak nyebelin. :mrgreen:

Nah, sekian itu tadi cerita dari saya. Terimakasih atas waktu dan kunjungannya untuk blog ini. Sampai Jumpa! πŸ™‚

Moonshine Blogger Award

Image

Β 

Alhamdulillah Hirabbil Alamin, setelah sekitar dua bulan saya vacuum dari kegiatan blogging, atas rahmat dari Allah SWT saya menerima sebuah award dari mas IlhamΒ dalam rangka dua tahun blog The Moon Head. πŸ˜€

Atas award yang diberikan kepada saya ini saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya, saya merasa terhormat untuk menerima penghargaan ini. 😎

Saya juga mengucapkan selamat kepada mas Ilham dan The Moon Head Blognya yang telah mencapai dua tahun. Semoga semakin jaya dan terus bersemangat dalam berkarya. Award ini saya teruskan kepada Β dua blogger yang telah menginspirasi saya, yaitu :

  1. Tuxlin, saya belajar banyak hal dari blog ini. Terutama ilmu tentang komputer. Sebelum saya aktif nge-blog saya sering mengunjungi blog ini dan belajar dari sini. πŸ˜€
  2. Arip Abdurrahman, yang satu ini isi blognya sungguh inspiratif dan menarik. Merupakan teman blogger yang saya dapatkan pada masa-masa awal saya nge-blog. :mrgreen:

Baiklah, saya kira sekianyang saya bagikan kali ini. Terimakasih atas waktu dan kunjungannya. πŸ˜€Β 

MERDEKA!!!!!

Image

MERDEKA!!!!! 😎

Apa kabar semua saudaraku sebangsa dan setanah air? Β 

Sebelumnya saya mengucapkah DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA ke-68, semoga semakin jaya Indonesia tercinta. Mungkin sedikit terlambat bagi saya ketika mengucapkan ini. Namun saya pikir tidak benar-benar terlambat mengingat pada tanggal 18 Agustus 1945 itulah saat di mana Indonesia telah resmi menjadi negara yang merdeka secara de jure (secara hukum),Β setelah sebelumnya merdeka secara de facto (secara kenyataan) pada 17 Agustus 1945. πŸ™‚

Nah, saudaraku sebangsa dan setanah air, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini. Seperti yang kita ketahui, biasanya banyak sekali acara-acara yang di adakan oleh seluruh warga negara Indonesia untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan ini. Untuk sebagian orang mungkin memperingatinya dengan mengikuti upacara bendera, sebagian ada yang mengadakan syukuran, dan sebagian lagi ada yang mengadakan berbagai macam perlombaan yang cukup meriah dan unik. πŸ˜€Β 

Untuk tahun ini, kebetulan di daerah saya siang tadi diadakan lomba lari marathon 10km. Benar-benar berlangsung meriah. Melihat perlombaan marathon siang tadi pun mengingatkan saya dengan masa lalu saya ketika masih kelas 3 SD. Saat itu saya mengikuti beberapa perlombaan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Nah seingat saya waktu itu saya mengikuti beberapa lomba seperti lari marathon (tapi hanya sekitar 4-5km), kelereng diatas sendok, balap karung, mencari koin di jeruk bali, dan memasukkan pensil ke botol. πŸ˜€

Nah, yang paling saya ingat adalah dari lomba lari marathon itu. Walaupun jaraknya hanya sekitar 4-5km tapi rintangan di perjalanan yang harus dilewati cukup berat dengan jalan yang menanjak cukup tinggi, dan turunan yang cukup curam. Waktu itu saya bisa dibilang gagal, bisa juga dibilang sukses. Sebelum saya lomba saya berjanji pada diri saya bahwa apapun yang terjadi saya harus mencapai garis finish. Nah, disaat lomba berlangsung itulah kekuatan fisik dan hati saya benar-benar diuji. Awalnya pada saat lomba berlangsung saya berada pada posisi tengah-tengah diantara semua peserta, akan tetapi perlahan semakin lama semakin banyak peserta yang menyerah dan berhenti. Hingga suatu ketika saya menoleh ke belakang saya mendapati tak ada seorang pun seserta di belakang saya. Saya sempat merasa bingung dan kaget, hingga saya menyadari bahwa semua peserta yang berada di belakang saya sebelumnya telah menyerah, dan saya berada pada posisi terakhir. Pada saat itulah muncul keinginan untuk ikut menyerah, tapi saya buang jauh-jauh karena tujuan saya adalah garis finish. Dengan nafas yang terengah-engah, badan yang basah oleh keringat yang bercucuran saya coba tuk terus melaju. Alhamdulillah, garis finish berhasil saya capai. Saya merasa cukup senang mengingat garis finish yang menjadi tujuan saya berhasil saya capai, meskipun harus menjadi peserta terakhir yang mencapainya. 😎

Nah, diantara semua lomba yang saya ikuti, ada satu lomba dimana saya bisa meraih juara. Yaitu lomba memasukkan pensil ke botol, saat itu saya berhasil meraih juara 2. Yang menjadi kunci keberhasilan disini adalah pengendalian diri, keseimbangan, dan ketenangan. Sehingga saya bisa memasukkan pensil ke dalam botol secara cepat dan tepat. Hadiahnya saat itu alat tulis, terdiri dari beberapa buku tulis, pensil, penghapus, dan rautannya. Β πŸ˜€ Β 

Saya kira sekian dulu cerita saya kali ini mengenai peringatan hari kemerdekaan. Terimakasih atas waktu dan kunjungannya untuk berkunjung ke blog ini.Β 

Oh ya, bagaimana dengan saudaraku sebangsa dan setanah air? Apa saja yang pernah kalian semua lakukan dalam rangka memeringati hari kemerdekaan Republik Indonesia?

Journey To Montel Waterfall

Hallo semuanya! Apa kabar semua? :mrgreen: Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, kali ini saya akan menceritakan tentang perjalan saya ke air terjun montel beberapa saat yang lalu. dalam 2 bulan terakhir saya sudah 2 kali mengunjungi air terjun montel ini. sebelumnya sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu saya juga sempat berkunjung ke sini, namun sayang air terjunnya kering. Kata warga sekitar sih airnya dibendung karna ada suatu masalah. Jadi secara keseluruhan saya sudah tiga kali berkunjung ke sini. Namun yang akan saya bagikan adalah dua kunjungan terakhir saya ke air terjun montel ini. Oke, langsung saja ini dia ceritanya:

  1. First Journey (June 10th, 2013)

Oke, pada perjalanan ini saya menuju air terjun montel dengan 9 orang teman, dan 1 orang keponakan saya yang masih berusia tiga tahun. Jadi waktu itu saya dan teman-teman sedang berencana untuk menghabiskan waktu ngluyur ke suatu tempat setelah kami bebas dari beban Ujian Nasional. Juga setelah kami bebas dari segala persiapan dan pelaksanaan acara pelepasan siswa kelas IX di sekolah. Maka setelah berunding bersama akhirnya kami memutuskan untuk menuju air terjun montel, kumpul di rumah saya terlebih dahulu karena memang lokasinya cukup dekat dengan air terjun montel. Kami berangkat dengan sepeda motor sekitar 20 menit dari rumah saya, kemudian kami menitipkan sepeda motor ke suatu penitipan sepeda motor dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit. 😎

On The Way To The Waterfall

On The Way To The Waterfall

Pose dulu di tengah perjalanan

Pose dulu di tengah perjalanan

Yup, akhirnya sampai di air terjun yang kami tuju

Yup, akhirnya sampai di air terjun yang kami tuju

Pose Bersama Menatap Keindahan air Terjun Montel. (Saya Gendong Keponakan)

Pose Bersama Menatap Keindahan air Terjun Montel. (Saya Gendong Keponakan)

So Worderfull

So Worderfull

Oke, itu dia tadi beberapa foto tentang perjalanan saya dan teman-teman. Mungkin beberapa dari anda bertanya-tanya kenapa saya membawa anak kecil berusia 3 tahun ke tempat seperti ini. Seperti yang saya katakan tadi bocah kecil itu adalah keponakan saya, karna paginya dia ribut minta saya ajak jalan-jalan akhirnya saya memutuskan untuk mengajaknya bersama saya dan teman-teman. Hasilnya? Dia sangat menikmati perjalanannya, membaur bersama teman-teman saya, main air di lokasi, bahkan saya rasa dia adalah yang paling bersemangat. Waktu pulang saja dia sempat menangis ketika sampai di rumah karena masih ingin jalan-jalan lagi. πŸ˜€ Oke, selanjutnya saya akan menceritakan perjalanan yang selanjutnya ke air terjun montel ini :

2. Second Journey ( August 11th, 2013)

Jika pada perjalanan sebelumnya saya mendatangi air terjun montel bersama teman-teman saya, kali ini saya mendatangi air terjun tersebut hanya berdua dengan kakak ipar saya. Perjalanan yang saya jalani bersama kakak ipar saya tidak berbeda dengan yang saya lakukan bersama teman-teman sebelumnya, hanya saja kali ini hanya dua orang. Ini dia beberapa foto yang saya dan kakak ipar say ambil di perjalanan kali ini.

SAM_0298

Pemandangan Puncak Gunung Muria,
foto ini saya ambil di jalan setapak menuju air terjun montel

SAM_0304

Narsis dulu di depan loket penjualan tiket masuk

SAM_0310

Look How Beautiful It Is!

SAM_0313

Narsis Lagi :p

SAM_0319

Bagian Atas Air Terjun

Nah, itu dia sekilas tentang perjalan saya ke Air Terjun Montel yang berlokasi di Gunung Muria. Tepatnya di desa Colo, Kec. Dawe, Kudus, Jawa Tengah. Oh iya, harga tiket masuk menuju Air Terjun Montel ini sangat murah, yaitu hanya Rp 5.000,00. Selain Air Terjunnya di Gunung Muria itu sendiri ada wista religi ke makam Sunan Muria itu, tapi saya tidak ke makamnya, hanya berbelanja di sekitarnya.

Oh iya, kalau jalan-jalan ke daerah Colo itu harus ekstra hati-hati. Selain karena jalan yang menanjak dan berliku-liku, juga karena ojeknya yang kalau naik motor dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ojek di daerah Colo ini juga cukup menarik, semuanya menggunakan seragam jaket putih-merah, ojek di sini nampaknya sudah bekerja secara terorganisir. Bahkan ketika saya melewati jalan setapak menuju air terjun ada himbauan yang mengatakanuntuk memilih ojek yang berseragam daripada ojek liar, karena ojek yang berseragam lebih bertanggung jawab. Sedangkan kalau kita melihat jalanan yang dipenuhi tukang ojek yang lewat, menurut saya serasa melihat “Grand Prix” saking kencangnya para tukang ojek itu berkendara. :mrgreen:

Oke, saya kira cukup sekian dulu cerita saya tentang perjalanan saya ke Air Terjun Montel Kali ini. Terimakasih telah menyempatkan diri berkunjung di blog saya ini. Sampai Jumpa! 😎