Keponakanku Calon Arsitek

Hallo semua , apa kabar? Β Masih baik-baik saja kan? πŸ™‚

Kali ini saya akan membagikan foto dari keponakan saya yang masih berusia 3 tahun, Muhammad Adam Daib Assyadza. Saya akan membagikan fotonya si Adam ini ketika dia sedang bermain beberapa toples isi makanan dengan menyusunnya menjadi sebuah menara toples. Tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan itu. Ketika saya seperti biasa menghadapi laptop untuk mengerjakan sesuatu dan kemuadian menoleh kebelakang sejenak untuk melihat apa yang dilakukan keponakan kecil saya ini, tiba-tiba saya melihatnya sedang menumpuk toples-toples tersebut menjadi sebuah menara kecil. Sontak saya berkata, “Wah, Adam calon arsitek!”. Seketika itu juga saya menyempatkan untuk mengambil fotonya si Adam pada saat itu. πŸ˜€

Baiklah ini dia foto-fotonya:

Adam menaruh toples terakhir di puncak menara toples buatannya.

Adam menaruh toples terakhir di puncak menara toples buatannya.

Sang arsitek melihat kembali menara buatannya

Sang arsitek melihat kembali menara buatannya

Menara toples karyanya si Adam

Menara toples karyanya si Adam

Yup, itu dia tiga foto yang sempat saya ambil ketika keponakan saya si Adam menciptakan sebuah karya menara toples miliknya. Yah, walaupun cuma membuat menara toples sederhana, tingkah lucu si Adam ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi kita. Yah, karena menurut saya segala sesuatu yang hebat dan luar biasa pasti berawal dari sesuatu yang kecil. 😎 Siapa tahu usia 3 tahun hanya membuat menara toples, nanti di usia 30 tahun atau bahkan lebih muda lagi keponakan saya ini sudah bisa membuat gedung pencakar langit. πŸ˜€ kita tidak tahu kan? Toh, menurut saya dalam kesehariannya si Adam ini memang sering menunjukkan kalau dia termasuk anak yang cerdas. Walaupun terkadang cukup nakal dan agak nyebelin. :mrgreen:

Nah, sekian itu tadi cerita dari saya. Terimakasih atas waktu dan kunjungannya untuk blog ini. Sampai Jumpa! πŸ™‚

Journey To Montel Waterfall

Hallo semuanya! Apa kabar semua? :mrgreen: Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, kali ini saya akan menceritakan tentang perjalan saya ke air terjun montel beberapa saat yang lalu. dalam 2 bulan terakhir saya sudah 2 kali mengunjungi air terjun montel ini. sebelumnya sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu saya juga sempat berkunjung ke sini, namun sayang air terjunnya kering. Kata warga sekitar sih airnya dibendung karna ada suatu masalah. Jadi secara keseluruhan saya sudah tiga kali berkunjung ke sini. Namun yang akan saya bagikan adalah dua kunjungan terakhir saya ke air terjun montel ini. Oke, langsung saja ini dia ceritanya:

  1. First Journey (June 10th, 2013)

Oke, pada perjalanan ini saya menuju air terjun montel dengan 9 orang teman, dan 1 orang keponakan saya yang masih berusia tiga tahun. Jadi waktu itu saya dan teman-teman sedang berencana untuk menghabiskan waktu ngluyur ke suatu tempat setelah kami bebas dari beban Ujian Nasional. Juga setelah kami bebas dari segala persiapan dan pelaksanaan acara pelepasan siswa kelas IX di sekolah. Maka setelah berunding bersama akhirnya kami memutuskan untuk menuju air terjun montel, kumpul di rumah saya terlebih dahulu karena memang lokasinya cukup dekat dengan air terjun montel. Kami berangkat dengan sepeda motor sekitar 20 menit dari rumah saya, kemudian kami menitipkan sepeda motor ke suatu penitipan sepeda motor dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit. 😎

On The Way To The Waterfall

On The Way To The Waterfall

Pose dulu di tengah perjalanan

Pose dulu di tengah perjalanan

Yup, akhirnya sampai di air terjun yang kami tuju

Yup, akhirnya sampai di air terjun yang kami tuju

Pose Bersama Menatap Keindahan air Terjun Montel. (Saya Gendong Keponakan)

Pose Bersama Menatap Keindahan air Terjun Montel. (Saya Gendong Keponakan)

So Worderfull

So Worderfull

Oke, itu dia tadi beberapa foto tentang perjalanan saya dan teman-teman. Mungkin beberapa dari anda bertanya-tanya kenapa saya membawa anak kecil berusia 3 tahun ke tempat seperti ini. Seperti yang saya katakan tadi bocah kecil itu adalah keponakan saya, karna paginya dia ribut minta saya ajak jalan-jalan akhirnya saya memutuskan untuk mengajaknya bersama saya dan teman-teman. Hasilnya? Dia sangat menikmati perjalanannya, membaur bersama teman-teman saya, main air di lokasi, bahkan saya rasa dia adalah yang paling bersemangat. Waktu pulang saja dia sempat menangis ketika sampai di rumah karena masih ingin jalan-jalan lagi. πŸ˜€ Oke, selanjutnya saya akan menceritakan perjalanan yang selanjutnya ke air terjun montel ini :

2. Second Journey ( August 11th, 2013)

Jika pada perjalanan sebelumnya saya mendatangi air terjun montel bersama teman-teman saya, kali ini saya mendatangi air terjun tersebut hanya berdua dengan kakak ipar saya. Perjalanan yang saya jalani bersama kakak ipar saya tidak berbeda dengan yang saya lakukan bersama teman-teman sebelumnya, hanya saja kali ini hanya dua orang. Ini dia beberapa foto yang saya dan kakak ipar say ambil di perjalanan kali ini.

SAM_0298

Pemandangan Puncak Gunung Muria,
foto ini saya ambil di jalan setapak menuju air terjun montel

SAM_0304

Narsis dulu di depan loket penjualan tiket masuk

SAM_0310

Look How Beautiful It Is!

SAM_0313

Narsis Lagi :p

SAM_0319

Bagian Atas Air Terjun

Nah, itu dia sekilas tentang perjalan saya ke Air Terjun Montel yang berlokasi di Gunung Muria. Tepatnya di desa Colo, Kec. Dawe, Kudus, Jawa Tengah. Oh iya, harga tiket masuk menuju Air Terjun Montel ini sangat murah, yaitu hanya Rp 5.000,00. Selain Air Terjunnya di Gunung Muria itu sendiri ada wista religi ke makam Sunan Muria itu, tapi saya tidak ke makamnya, hanya berbelanja di sekitarnya.

Oh iya, kalau jalan-jalan ke daerah Colo itu harus ekstra hati-hati. Selain karena jalan yang menanjak dan berliku-liku, juga karena ojeknya yang kalau naik motor dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ojek di daerah Colo ini juga cukup menarik, semuanya menggunakan seragam jaket putih-merah, ojek di sini nampaknya sudah bekerja secara terorganisir. Bahkan ketika saya melewati jalan setapak menuju air terjun ada himbauan yang mengatakanuntuk memilih ojek yang berseragam daripada ojek liar, karena ojek yang berseragam lebih bertanggung jawab. Sedangkan kalau kita melihat jalanan yang dipenuhi tukang ojek yang lewat, menurut saya serasa melihat “Grand Prix” saking kencangnya para tukang ojek itu berkendara. :mrgreen:

Oke, saya kira cukup sekian dulu cerita saya tentang perjalanan saya ke Air Terjun Montel Kali ini. Terimakasih telah menyempatkan diri berkunjung di blog saya ini. Sampai Jumpa! 😎

Get Back Again!

Hello everybody… How’s life? Still remeber me? Anyone miss me? Heheee. . . πŸ™‚

It’s been a long time sinced the last time i posted something on this blog right? Really sorry for it, cause there are something that made me can’t post an article or something else for this blog. But now after a long waiting finnally i’m here, and i’ll GET BACK to be active in blogging again. πŸ˜€

Oh, before i will starting to post on this blog…. I’d like to say HAPPY IDUL FITRI to all moslem all around the world, Minal Aidzin Wal Faidzin. :mrgreen:

Ok, and here i have some picture about “Montel Waterfall” located in Muria Mountain, Kudus, Central Java. You know? I’ve visitted it about 2 months ago ( June 10th, 2013), and yesterday (August 11th, 2013). I’ll post something about it, just wait. πŸ˜€

SAM_0310

SAM_0306

SAM_0319

Okay, i think it’s all for now, and i’ll be back with some new things on this blog. Thanks for your attention, see you. πŸ˜‰

Ini Boyband Atau Apa?

Halo semuanya, apa kabar? Saya harap semuanya dalam kondisi sehat wal afiat. Kali ini saya mau membagikan foto yang diambil oleh teman saya di sela-sela kegiatan pengambilan album kenangan kelas 9-B SMP Negeri 1 Pati. Yah, karena saya dan teman-teman yang belum mendapat giliran pengambilan gambar ya sudah, foto-foto sendiri dulu. Sebenarnya Ada banyak foto yang saya dan teman-teman ambil sendiri untuk koleksi saya dan teman-teman saya, namun baru 2 foto yang baru sempat di upload. Sekedar info nih, saya yang apaki baju biru. :mrgreen: Bagaimana menurut anda? Heheee……

HYAAA

Ini Boyband Atau Apa?

Ini sbenarnya saya dan teman-teman di imajinasinya kayak sedang ritual atau ngeluarin jurus begitu lho. Teman saya yang di tengah itu dia ceritanya seperti seseorang yang akan disegel atau ditahan oleh teman-temannya sendiri, atau bisa juga kalau dia itu sedang bersiap menerima kekuatan tambahan dari teman-temannya. Secara jelas maksudnya apa saya sendiri juga kurang ngerti, pokonya intinya saya dan teman-teman itu sedang melakukan sejenis ritual untuk mengeluarkan sebuah jurus. :mrgreen:

Jari Kelingking1

Kelompok Jari Kelingking

Geng jari keligking, kelompok/geng paling nggak jelas di kelas saya. Geng ini tidak pernah melakukan kejahatan. Yah, hanya sebuah bentuk ikatan persahabatan begitulah. Belajar bareng, ngobrol bareng, makan bareng, tolong menolong, dan jahil-menjahili, ya begitulah paling yang kami lakukan. Oh ya, setiap mau belajar bareng atau ngerjain tugas, pasti kita selalu persiapan puluhan permen dan snack untuk menemani belajar, seolah-olah hal tersebut telah menjadi konvensi atau peraturan tak tertulis yang selalu dilakukan di kelompok ini.

Photo0107

Saya Lagi Narsis, hehee…

Photo0108

Saya dan salah satu teman saya

UDATED!!!!!!!!! :

Saya tambahkan 4 foto lagi, Yang satu saya dan teman-teman cowok saya, yang dua pose bela diri pakai laptop atau apalah itu, yang satu lagi saya sendiri lagi narsis. :mrgreen: Ngomong-ngomong, kaki saya pendek ya?

Melindungi diri dengan laptop

Melindungi diri dengan laptop

Boyband Lagi Kah? :O

Boyband Lagi Kah? :O

Melindungi Diri dengan laptop -2-

Melindungi Diri dengan laptop -2-

Pose Bareng Panda Teman Saya

Pose Bareng Boneka Panda Teman Saya

Oke, sekian dulu yang saya bagikan untuk kali ini. Silahkan jangan malu-malu untuk berkomentar, dan terimakasih atas kunjungan anda. :mrgreen:

Sore Itu…

Ini adalah album hasil jepretan saya yang saya ambil secara ngawur, dalam posisi mbonceng motor ayah saya, menggunakan kamera HP Nokia C2-03 yang hanya 2MP. Hehee… Jadi mohon dimaklumi aja kalau hasinya jelek, waktu itu saya tiba-tiba saja ingin mengambil gambar suasana sore itu di sekitar daerah hutan dan perkebunan di desa saya.

Photo0063

Photo0064

Yang Loreng-loreng itu Kaos Bapak Saya

Photo0073

Daun-daunan

Photo0074

Cahaya matahari sore menerobos dedaunan

Photo0080

Matahari yang sebagian tertutup awan membenruk cahaya dengan bentuk yang unik (menurut saya)

Photo0081

Daerah perkebunan di desa saya

Photo0083

Fotonya miring karena memang jalanya tanjakan

Photo0084

Pohon-pohon jati muda yang menjulang tinggi

Photo0088

Langit sore yang tertutup awan mendung

Photo0090

Ada sebagian dari helm ayah saya yang terlihat

Photo0089

Di depan salah satu gapura SMP Negeri di desa Gembong

 

Yaps, itulah galeru abal-abal yang berisi foto-foto pemandangan sore hari saya di ambil secara ngawur oleh saya. saya ini asal jepret lho, tanpa lihat layar hape dulu. Yah, beginilah hasilnya, mohon dimaklumi. Sekian dan terimakasih untuk kunjungan anda. :mrgreen:

Apes Picture by Fiona Rogers and Anup Shah

British photographers Fiona Rogers and Anup Shah captured apes in Indonesia and Borneo - and highlighted how human our evolutionary cousins are.

‘Dracula’ monkey comes back from the dead in Borneo -Explorers find Extinct species alive and well using camera traps.

British photographers Fiona Rogers and Anup Shah captured apes in Indonesia and Borneo – and highlighted how human our evolutionary cousins are.

British photographers Fiona Rogers and Anup Shah captured apes in Indonesia and Borneo

Photographers Inggris Fiona Rogers dan Anup Shah mengambil gambar dari species kera dari Borneo Indonesia

Source :Β Daily Mail

Itik Ini doyan Rambutan Lho! :D

Bebek Peliharaan :D

Itik Peliharaan πŸ˜€ -Unnamed 1, -Unnamed 2

Hallo kawan! Mau share lagi nih, kali ini saya mau sharing mengenai dua ekor itikk peliharaan di rumah saya. πŸ˜€ Sebut saja “Unnamed 1”, dan “Unnamed 2”.

Bebek ini sudah berada di rumah, tepatnya pekarangan rumah saya sekitar satu setengah tahun lalu. Awal kisah itik itu adalah pemberian dari om saya yang memiliki usaha penetasan telur itik. Ayah, Ibu, dan Keponakan saya yang belum genap berusia satu tahun pergi ke rumah om saya dan pulang membawa 4 ekor anak itik yang masih kecil-kecil, dan lagi unyu-unyunya. πŸ˜€ Kata orang tua saya sih keponakan saya yang lihat anak-anak itik itu, dan kelihatannya menyukainya. Melihat hal tersebut om dan tante saya pun berinisiatif unutuk memberikan empat ekor anak itik unyu-unyu.Β 

Sampai di rumah ditaruhlah empat anak itik ditaruh di ember (soalnya masih kecil), waktu ditarus di ember bukannya mendapat ketenangan, empat anak itik itu malah mendapat teror dari keponakan saya, dipencet lah, dipakai mainan lah, di dorong-dorong, ditarik-tarik-tarik, dan aksi-aksi penyiksaan kejam lainnya pun dilakukan. Untuk mengamankan empat anak itik malang itu, mereka pun ditaruh di tempat yang lebih tinggi jauh dari jangkauan predator, dan keponakan saya yang bisa mengancam nyawa mereka kapan saja. XD Setelah dirasa sudah cukup umur untuk Β menghadapi alam yang kejam (lebay), merekapun dipindahkan ke pekarangan rumah saya dan areanya dibatasi oleh pagar-pagar bambu.

Beberapa bulan kemudian seekor itik sebut saja “Unnamed 3” hilang dan tidak ditemukan sampai sekarang, berita duka ini disusul beberapa bulan kemudian dengan kabar tewasnya “Unnamed 4”. 😦 Namun, tahukah anda? Bahwa itik-itik tersebut telah menyumbangkan beberapa telur untuk keluarga saya konsumsi. πŸ˜€ Hehee…

Tahukah anda bahwa kedua itik yang tersisa yaitu “Unnamed 1” dan “Unnamed 2” doyan dengan buah rambutan? Yup, benar mereka doyan, atau mungkin bisa dibilang menyukai rambutan. Terbukti ketika saya makan dan melempar bijinya ke arae mereka, dengan sigap langsung diserbu biji buah rambutan itu untuk dimakan sisa-sisa daging buah rambutan yang menempel di bijinya. Dan yang saya sayangkan adalah, setiap kali berebutan buah rambutan selalu “Unnamed 1” lah pemenangnya, ketika saya merasa kasihan dan memberi buah rambutan lagi Β kepada “Unnamed 2” pun, hasilnya tetap saja “Unnamed 1” yang mendapatkannya. Dan “Unnamed 2” pun hanya bisa pasrah meratapi nasibnya. πŸ˜€

Oke, sekian cerita saya kali ini, terimakasih.