Journey To Montel Waterfall

Hallo semuanya! Apa kabar semua?:mrgreen: Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, kali ini saya akan menceritakan tentang perjalan saya ke air terjun montel beberapa saat yang lalu. dalam 2 bulan terakhir saya sudah 2 kali mengunjungi air terjun montel ini. sebelumnya sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu saya juga sempat berkunjung ke sini, namun sayang air terjunnya kering. Kata warga sekitar sih airnya dibendung karna ada suatu masalah. Jadi secara keseluruhan saya sudah tiga kali berkunjung ke sini. Namun yang akan saya bagikan adalah dua kunjungan terakhir saya ke air terjun montel ini. Oke, langsung saja ini dia ceritanya:

  1. First Journey (June 10th, 2013)

Oke, pada perjalanan ini saya menuju air terjun montel dengan 9 orang teman, dan 1 orang keponakan saya yang masih berusia tiga tahun. Jadi waktu itu saya dan teman-teman sedang berencana untuk menghabiskan waktu ngluyur ke suatu tempat setelah kami bebas dari beban Ujian Nasional. Juga setelah kami bebas dari segala persiapan dan pelaksanaan acara pelepasan siswa kelas IX di sekolah. Maka setelah berunding bersama akhirnya kami memutuskan untuk menuju air terjun montel, kumpul di rumah saya terlebih dahulu karena memang lokasinya cukup dekat dengan air terjun montel. Kami berangkat dengan sepeda motor sekitar 20 menit dari rumah saya, kemudian kami menitipkan sepeda motor ke suatu penitipan sepeda motor dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit.😎

On The Way To The Waterfall

On The Way To The Waterfall

Pose dulu di tengah perjalanan

Pose dulu di tengah perjalanan

Yup, akhirnya sampai di air terjun yang kami tuju

Yup, akhirnya sampai di air terjun yang kami tuju

Pose Bersama Menatap Keindahan air Terjun Montel. (Saya Gendong Keponakan)

Pose Bersama Menatap Keindahan air Terjun Montel. (Saya Gendong Keponakan)

So Worderfull

So Worderfull

Oke, itu dia tadi beberapa foto tentang perjalanan saya dan teman-teman. Mungkin beberapa dari anda bertanya-tanya kenapa saya membawa anak kecil berusia 3 tahun ke tempat seperti ini. Seperti yang saya katakan tadi bocah kecil itu adalah keponakan saya, karna paginya dia ribut minta saya ajak jalan-jalan akhirnya saya memutuskan untuk mengajaknya bersama saya dan teman-teman. Hasilnya? Dia sangat menikmati perjalanannya, membaur bersama teman-teman saya, main air di lokasi, bahkan saya rasa dia adalah yang paling bersemangat. Waktu pulang saja dia sempat menangis ketika sampai di rumah karena masih ingin jalan-jalan lagi.πŸ˜€ Oke, selanjutnya saya akan menceritakan perjalanan yang selanjutnya ke air terjun montel ini :

2. Second Journey ( August 11th, 2013)

Jika pada perjalanan sebelumnya saya mendatangi air terjun montel bersama teman-teman saya, kali ini saya mendatangi air terjun tersebut hanya berdua dengan kakak ipar saya. Perjalanan yang saya jalani bersama kakak ipar saya tidak berbeda dengan yang saya lakukan bersama teman-teman sebelumnya, hanya saja kali ini hanya dua orang. Ini dia beberapa foto yang saya dan kakak ipar say ambil di perjalanan kali ini.

SAM_0298

Pemandangan Puncak Gunung Muria,
foto ini saya ambil di jalan setapak menuju air terjun montel

SAM_0304

Narsis dulu di depan loket penjualan tiket masuk

SAM_0310

Look How Beautiful It Is!

SAM_0313

Narsis Lagi :p

SAM_0319

Bagian Atas Air Terjun

Nah, itu dia sekilas tentang perjalan saya ke Air Terjun Montel yang berlokasi di Gunung Muria. Tepatnya di desa Colo, Kec. Dawe, Kudus, Jawa Tengah. Oh iya, harga tiket masuk menuju Air Terjun Montel ini sangat murah, yaitu hanya Rp 5.000,00. Selain Air Terjunnya di Gunung Muria itu sendiri ada wista religi ke makam Sunan Muria itu, tapi saya tidak ke makamnya, hanya berbelanja di sekitarnya.

Oh iya, kalau jalan-jalan ke daerah Colo itu harus ekstra hati-hati. Selain karena jalan yang menanjak dan berliku-liku, juga karena ojeknya yang kalau naik motor dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ojek di daerah Colo ini juga cukup menarik, semuanya menggunakan seragam jaket putih-merah, ojek di sini nampaknya sudah bekerja secara terorganisir. Bahkan ketika saya melewati jalan setapak menuju air terjun ada himbauan yang mengatakanuntuk memilih ojek yang berseragam daripada ojek liar, karena ojek yang berseragam lebih bertanggung jawab. Sedangkan kalau kita melihat jalanan yang dipenuhi tukang ojek yang lewat, menurut saya serasa melihat “Grand Prix” saking kencangnya para tukang ojek itu berkendara.:mrgreen:

Oke, saya kira cukup sekian dulu cerita saya tentang perjalanan saya ke Air Terjun Montel Kali ini. Terimakasih telah menyempatkan diri berkunjung di blog saya ini. Sampai Jumpa!😎

10 comments

  1. farizalfa · Agustus 14, 2013

    Kalau saya sangat jarang sekali ke daerah air mancur gitu, soalnya daerah rumah saya sangat jauh sekali dengan air mancur. hehe

    • sfirsttama · Agustus 14, 2013

      wah memangnya rumahnya dekat dengan apa nih? :p

  2. duniaely · Agustus 14, 2013

    Tamaaaaaaaaaaaaaaaa … jadi kamu asli Kudus juga ya ? nggak nyangkaπŸ™‚ …… lihat Foto Foto di atas bikin aku terharu …. pengen ke sana lagi, tapi terakhir ke sana air terjunnya Cuma dikit nggak sederas spt di atas, cantk banget ya, msh ada warung yg jualan indomie di bawah air terjun itu nggak ?πŸ˜›

    oh ya, emang itu para ojek kenceng bgt ya kl ngendarai motornya, itu angkutan umum, apa namanya ya ? aku lupa warna angkutan yg ke colo,, terakhir dr colo jam brp ya Tama kalau mau turun lagi ? jam 6 sorekah ?

    • sfirsttama · Agustus 14, 2013

      Wah saya bukan orang kudus mbak Ely, saya orang Pati, tepatnya kecamatan Gembong, Tapi Kaarna Gembong itu juga perbatasan antara Kabupaten Pati dengan Kabupaten Kudus, dan berbatasan langsung dengan kecamatan Dawe jadi kalau mau ke Colo ya cukup dekat, sekitar setengah jam sudah sampai.πŸ™‚

      Ya jadi aslinya kita masih bisa di bilang tetangga lah . .πŸ˜€ Kapan2 kan kalau pulang indonesia bisa mampir ketemu tuh . .πŸ˜› Kalo warung nya sekarang sih bukan cuma jual indomie mbak, udah jual nasi dengan berbagai sayur dan lauknya, penjual sate pentol kojek juga banyak..πŸ˜€
      Oh ya, mbak el terakhir berkunjung kemari kapan kah?

      • duniaely · Agustus 19, 2013

        wah .. tak kΓ­ra org Kudus juga, ternyata dekat jg ya kalau Cuma 30 mntan dr rumahmu.

        kalau di atas pesanggrahan itu bisa juga lihat waduk yg ada di pati dr atas ya , aku lupa nama waduknyaπŸ™‚

        ia nih, tetanggaan, belum tahu y abisa ketemu apa nggk ntar kalau aku liburna lagi ke sana, pengennya sih ke Colo lagiπŸ™‚

        sate pentol kojek itu yg dari tepung pati dicelupakn ke bumbu kacang ya ?

        aku terkahir thn 2010 nih ke sananya πŸ™‚

      • sfirsttama · Agustus 19, 2013

        waduk di pati ada 2 mbak. waduk seloromo dan waduk gunung rowo. duaduanya ada di kecmatan gembong..😎 #bangga

  3. arip · Agustus 14, 2013

    Suka sirik nih sama orang yg bisa libur lebaran.
    Pengen nyoba naek ojeknya lah. Kalau bisa pengen ngajak balap trail.:mrgreen:

    • sfirsttama · Agustus 14, 2013

      wah,, kalau mau ngajak balapan saya bisa jamin anda kalah . .πŸ˜›

  4. Ilham · Agustus 17, 2013

    keren. air terjunnya keliatan ‘megah’ (halah2).
    hai tama kamu saya pilih sebagai salah satu penerima award Moonshine Blogger Award. silahkan diambil ya: themoonhead.wordpress.com/2013/08/17/hut-ri-ke-68-the-moon-head-2nd-anniversary/πŸ™‚

    • sfirsttama · Agustus 18, 2013

      wah… terimakasih banyak ,, saya terima dengan senang hati.. akan segera saya laksanakan PRnya,.πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s