Kisah Tape Gembong

Hallo semuanya? Apa kabar kali ini? Oke, saya posting lagi hari ini, dan kali ini tentang makanan khas daerah tempat tinggal saya, yaitu Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Yaitu tapai, atau biasa di sebut tape. Bahkan mungkin saking khas nya daerah tempat tinggal saya sebagai penghasil tape ini, pernah guru mapel IPA saya memanggil saya ketika saya sedikit ribut di kelas dengan sebutan “Saccharomyces” , yaitu salah satu jenis mikro organisme yang digunakan untuk membuat tape (lengkapnya “Saccharomyces cerevisiae”).:mrgreen:

Tape Singkong

Tape Singkong Khas Gembong

Yup, makanan yang satu ini adalah makanan hasil dari fermentasi singkong. Mirip dengan peyeum dari jawa barat, atau mungkin bisa dibilang sama, hanya bentuk dan penyajiaanya saja mungkin yang sedikit berbeda.  Tape ini juga menurut saya ga khas-khas banget sih menurut saya, karena sebenarnya anda bisa menemukannya di banyak tempat. Namun, tape dari berbagai daerah ternyata memiliki berbagai perbedaaan. Setelah dulu saya pernah mendapat oleh-oleh tape singkong  dari tetangga saya yang pulang piknik dari Lamongan, saya akhirnya tahu bahwa tape Lamongan dan tape Gembong itu berbeda. Jika tape Gembong teksturnya lebih lunak, dan basah, maka tape singkong lamongan akan terasa lebih kering dan keras. Rasanya juga berbeda, tape lamongan lebih manis, tapi menurut saya tape Gembong lebih seger.:mrgreen:

Nah, seperti yang saya katakan tadi, tape ini dihasilkan melalui proses fermentasi singkong dengan ragi yang merupakan campuran beberapa mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan tape. Dalam pembuatan tape, singkong yang sudah dikupas di cuci dan dibersihkan dari segala kotoran hingga sebersih mungkin. Baru kemudian singkong dikukus, ditempatkan pada suatu tempat, kemudian  dibubuhi ragi, ditutup, dan didiamkan selama 1-2 hari lamanya. Oh iya, dalam pembuatan tape perlu diperhatikan kebersihannya. Kotoran tertentu terutama lemak dapat menggagalkan proses fermentasi.🙂

Perlu diketahui juga nih, dari berbagai sumber yang saya telusuri tape ini memiliki banyak manfaat di dalamnya.  Tape ini memiliki kandungan vitamin B1 yang cukup tinggi, proses fermentasi menyebabkan kandungan vitamin B1 ini naik hingga 5 kali lipat. Tape juga dipercaya mampu memperlancar sistem pencernaan, mencegah anemia,  mencegah dan mengobati jerawat, menghilangkan noda di wajah, mengobati luka diabetes (dengan ditempelkan pada luka), dan berbagai manfaat lainnya. Namun, tetap saja konsumsinya harus dalam batas wajar saja, ingatlah bahwa segala sesuatu yg berlebihan itu tidak baik.😎

Kemasan Tape

Kemasan Tape

Nah, ada lagi nih yang menarik tentang tape. Tape Gembong, juga beberapa tape dari daerah lain biasa dikemas dalam wadah khas yang dibuat  dari anyaman bambu, yang kalau orang Jawa biasa menyebutnya “besek”. Pasti anda pernah lihat wujudnya kan? Ya seperti gambar di atas itu. Konon ceritanya, meskipun kini di pasar tradisional di Indonesia semakin lama besek semakin suli dijumpai, ternyata besek ini telah diekspor ke berbagai negara lho, seperti : Jepang, Prancis, Korea Selatan, dll. Kabarnya besek ini di minati warga sana karena sifatnya yang ramah lingkungan. Tuh, orang Indonesia bisa buat wadah ramah lingkungan sebelum orang-orang sana.😎

Oke, setelah membahas berbagai hal mengenai tape, kini saya akan membahas penyajian tape. Banyak cara yang biasa dilakukan orang-orang dalam hal untuk menyajikan tape untuk di konsumsi, beberapa suka memakannya langsung, ada juga yang di buat wedang, es campur, es teler, dodol, puding, kue, dan makanan enak lainnya.:mrgreen:

Kalau saya sendiri sih biasanya lebih suka di buat minuman seperti wedang, es teler, dsb. Tergantung persedian bahan apa aja yang ada di rumah, kemarin berhubung hanya ada susu dan tape saja jadilah seperti gambar di bawah ini.

Es Susu Tape

Es Susu Tape

Es Susu Tape (close up)

Es Susu Tape (close up)

Yah, itulah hasil dari keterbatasan bahan untuk membuat minuman dengan bahan tape. Biasanya kalau ada apel atau buah-buahan lain saya tambahkan, juga dengan beberapa potongan roti tawar, dan syrup. Walaupun keliatan simple, tapi rasanya lumayan lah…😎

Oke kawan semua, itu tadi segala sesuatu tentang tape, khususnya tape Gembong. Bagaimana denga anda, sukakah dengan tape? kalau suka, paling suka di sajikan dalm bentuk apa?

Saya kira sekian dulu dari saya kali ini. Terimakasih atas waktu dan kunjungannya,.😀

21 comments

  1. arip · Maret 31, 2013

    Wih peuyeum. Makan langsung suka, dipanggang suka, digoreng suka, dibikin jadi colenak suka, dicampur ke sirup juga suka. Tapi paling suka sih ya peuyeumpuan.😳

    • sfirsttama · Maret 31, 2013

      sebagai cowok normal peuyeum paling oke peuyempuan dong ya…:mrgreen: … tpi di daerah saya namanya tape,, jadi tape yg pling disukai cowok apa? wanitape?😀

  2. duniaely · Maret 31, 2013

    digoreng jg enak ya bro tapenya itu😛

    • sfirsttama · Maret 31, 2013

      oh jelas…. ada banyak penjual gorengan yang menyediakan tape goreng… mungkin di jerman bisa laku mbak, siapa tahu?:mrgreen:

      • duniaely · April 2, 2013

        ketela mahal sekali di sini bro, dan nggak mudah didapat😛

        btw, nggak lupa khan buat gabung di diskusi online ntar malam ? tak tunggu ya di blogku, thanks🙂

      • sfirsttama · April 2, 2013

        insyaAllah saya datang,, kmaren aja saya kira udah mulai,,, ternyata masih ntar malem…:mrgreen:

      • duniaely · April 3, 2013

        terlalu semangat ya bro, ntar minggu depan dtg lagi kahn ?😛

      • sfirsttama · April 3, 2013

        ya mungkin…:mrgreen: insyaAllah klo ada waktu datng…😀

    • whysooserious · April 3, 2013

      wuah, enak memang. kalo di tempat mbah, tape goreng namanya rondo royal😀

      • sfirsttama · April 3, 2013

        wah namanya kok keren gitu… btw, rumah mbah nya dmana?:mrgreen:

      • whysooserious · April 3, 2013

        lho beneran belum pernah dengar ya?
        mbah saya di Banyuwangi.

      • sfirsttama · April 3, 2013

        oalah… pernah denger sih saya ,.. tapi ga tau kalo itu tape goreng…:mrgreen:

  3. winnymarch · Maret 31, 2013

    bikin ngiler hahahha mauuu😀

    • sfirsttama · April 1, 2013

      silahkan datang kemari jika mau…. hanya sekitar 4000-5000 rupiah satu wadahnya….😛 tapi bukan saya yang jual lho

      • winnymarch · April 1, 2013

        jauh gk dari jakarta?

      • sfirsttama · April 2, 2013

        skitar 560-600 km… itu lho skitar kudus…😛

      • winnymarch · April 2, 2013

        boleh deh ksana kloa da waktu

  4. Mita Alakadarnya · April 1, 2013

    saya suka tape dibuat wedang,,,,

    • sfirsttama · April 1, 2013

      kalau saya lebih suka yang dingin2….😛

  5. papapz · April 3, 2013

    waduh eta es susu tape menggiurkan sekali..

    • sfirsttama · April 4, 2013

      pengen ? cukup siapkan susu dan tape aja kok…😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s