Sholat, Atau Disholati?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Halo kawan semua…😀 Saya kembali lagi, kali ini saya akan berbagi sedikit tentang saya dan teman saya, hehee… Khusus tulisan kali ini saya akan membahas ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim 5 kali sehari yaitu Sholat. Bagi anda yang beragama non-muslim juga silahkan untuk membaca jika berkenan.😀

Saya menulis kali terinspirasi oleh salah seorang teman saya, yaitu Adib Nazim Ramadhan alias “Adib”. Jadi teman saya yang satu ini setiap kali istirahat kedua atau sebelum pelajaran tambahan kelas sembilan, yang memang bertepatan dengan waktu sholat dzuhur sering mengajak saya untuk pergi ke mushola, dan memang dia sering datang ketika saya juga mencari teman untuk pergi ke mushola. Seperti inilah yang dinamakan “Pucuk di cinta, ulam pun tiba” hehee……:mrgreen: Dan selalu, setiap mengajak pergi mushola kalimat ini lah yang dia ucapkan, “Woy, Sholat ga? Apa mau ku sholatin ! Mushola yok!”, ya kira-kira begitulah yang dia ucapkan pada saya.

Selain  itu teman saya satu ini juga unik dan berani sekali. Kenapa saya bilang begitu? Karena dia sering melakukan hal-hal yang mungkin memang orang lain tidak berani melakukannya. Sering sekali, atau hampir terus saya kira, setiap kali ke mushola dan nggak ada sarung yang ngaggur ditambah waktuh istirahat yang sudah mepet dia memakai bawahan mukenah untuk sholat sebagai alternatif dari sarung, nggak peduli mushola saat itu ramai dan sepi. Hal ini juga kadang saya dan teman-teman lain ikut lakukan walau tidak sesering dia. Dan memang dia adalah pelopornya dalam menggunakan bawahan mukenah untuk alternatif sarung.  Soalnya ya memang hanya pada hari tertentu beberapa dari kami bisa bawa sarung, karena  barang bawaan tanpa sarung pun memang sudah banyak dan berat.:mrgreen:

“Tiada kata malu untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan”

-Septian Adhi Tama-

Dari apa yang teman saya lakukan itulah akhirnya saya menyimpulkan hal itu.:mrgreen: Memang benar kan? Siapapun anda, apapun kepercayaan anda, apapun agama anda, tiada kata malu dan tiada alasan malu untuk terus beribadah dan mendekatkan diri pada Tuhan. Karena memang apa yang kita lakukan bukanlah hal yang salah, dan memang yang kita lakukan adalah sesuatu hal yang benar. Teman saya yang ini setiap ada orang menertawakan dia gara-gara memakai bawahan mukenah waktu shola dia enjoy saja tuh. Karena memang apa yang dia lakukan memanglah bukan suatu kesalahan, dan memang karena apa yang di lakukan untuk beribadah pada Tuhan.

Ingatlah, waktu kita hidup di dunia tidaklah panjang, dan saya rasa anda pun telah tahu menganai hal itu. Jadi memang yang perlu kita lakukan adalah bertindak segala yang baik untuk yang terbaik, dan dalam perjalanan hidup dan menjadi yang baik itulah kita memerlukan bimbingan-Nya. Sebelum waktu kita habis mari berbuat banyak kebaikan dan terus mendekatkan diri kepada Tuhan, karena segala perbuatan kita akan kita pertanggung jawabkan di sana kelak kepada Tuhan.😀

Saya tambahkan hadist mengenai Sholat sebagai tiang agama bagi agama Islam :

  • Hadis 1

عن أبي جعفر عليه السلام قال: بني الاسلام على خمسة أشياء: على الصلاة، والزكاة، والحج، والصوم، والولاية

Dari Abi Ja’far (Imam Baqir) as berkata:

“Islam dibangun di atas lima hal: Shalat, zakat, haji, puasa dan wilayah (kepemimpinan atau imamah).” [Bihar, jilid 79, hal 234]

  • Hadist 2

عن أبي جعفر عليه السلام قال: الصلاة عمود الدين، مثلها كمثل عمود الفسطاط إذا ثبت العمود ثبتت الاوتاد والاطناب، وإذا مال العمود وانكسر لم يثبت وتد ولا طنب

Dari Abi Ja’far as berkata:

“Shalat adalah tiang agama, perumpamaannya seperti tiang kemah, bila tiangnya kokoh maka paku dan talinya akan kokoh, dan bila tiangnya miring dan patah maka paku dan talinya pun tidak akan tegak.” [Bihar, jilid 82, hal 218]

Sekian tulisan saya kali ini, mohon maaf apabila ada kesalahan kata. Terimakasih telah bersedia berkunjung disini dan membaca tulisan ini.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

6 comments

  1. Ely Meyer · Februari 19, 2013

    Postingannya menyejukkan🙂

  2. yisha · Februari 20, 2013

    hmmm,…..dia keturunan ulama ya? 😕

  3. Mita Alakadarnya · Februari 20, 2013

    “Tiada kata malu untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan”
    saya setuju,,,,,,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s